kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Bitcoin Jatuh ke US$ 62.241 Jelang Halving, Simak Prospek ke Depannya


Kamis, 18 April 2024 / 22:11 WIB
Harga Bitcoin Jatuh ke US$ 62.241 Jelang Halving, Simak Prospek ke Depannya
ILUSTRASI. Harga Bitcoin (BTC) terus melandai jelang halving yang akan berlangsung pada Sabtu, (20/4).


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) terus melandai jelang halving yang akan berlangsung pada Sabtu, (20/4). Berdasarkan data Coinmarketcap, per Kamis (18/4) pukul 20.00 WIB, harga BTC berada di US$ 62.241.

Dalam 24 jam terakhir, harga BTC turun 0,35% dan dalam sepekan telah turun 7,17%. Namun, sejak awal tahun masih naik 52,42%.

Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, memasuki kuartal II-2024 ini, harga BTC langsung merosot dan menyeret seluruh pasar kripto masuk ke dalam zona merah. Menurutnya, likuidasi besar-besaran terjadi di pasar kripto membuat banyak investor khawatir.

Dia menilai, penurunan harga Bitcoin yang terjadi beberapa akhir ini juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan sikap hawkish The Fed yang belum memberikan sinyal penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Baca Juga: Peluncuran EFT Bitcoin dan Ethereum Spot Pertama di Asia Disambut Positif

Selain itu, Fyqieh mengatakan, tren penurunan harga Bitcoin ini bukan hal yang tidak terduga, karena BTC yang mengikuti tren historis menjelang halving mendatang. Bitcoin perlahan-lahan beralih dari fase Pre-Halving Rally ke fase Pre-Halving Retrace yang cenderung terjadi 28 hingga 14 hari sebelum peristiwa halving.

Dia menyebutkan, adanya fase tersebut mengakibatkan penurunan harga masing-masing sebesar 38% dan 20% pada tahun 2016 dan 2020.

"Sejarah Bitcoin menunjukkan penurunan besar-besaran sebelum berkurang separuhnya yang diikuti oleh reli besar-besaran," ujar Fyqieh kepada Kontan.co.id, Kamis (18/4).

Meski begitu, Fyqieh menilai dalam jangka panjang harga Bitcoin akan kembali bullish. Khususnya, setelah fase Pre-Halving Retrace, di mana BTC akan memasuki fase akumulasi ulang. Fase akumulasi diperkirakan akan berlangsung selama hampir lima bulan.

"Siklus ini cukup menarik, karena akan menjadi pertama kalinya rentang akumulasi ulang, dan dapat berkembang di sekitar area new all-time high," imbuhnya.

Selain itu, Fyqieh menuturkan bahwa sentimen Halving Bitcoin juga biasanya menghasilkan kenaikan harga yang signifikan karena berkurangnya pasokan Bitcoin baru yang ditambang, sementara permintaan tetap atau meningkat.

Menurut dia, peristiwa halving juga berpotensi mendorong bull run yang dapat mempengaruhi pasar kripto secara keseluruhan. Namun, pola yang mirip dengan halving sebelumnya mungkin terjadi, termasuk koreksi harga yang signifikan sebelum kenaikan harga yang stabil.

Baca Juga: Bitcoin Memerah dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemberatnya

“Secara teknikal, Bitcoin saat ini berpotensi untuk mengalami bullish dalam 1-2 minggu ke depan karena ada sentimen besar yaitu Bitcoin halving yang berpotensi terjadi pada tanggal 20 April 2024,” kata dia.

Fyqieh memprediksi, harga Bitcoin secara jangka pendek bisa menyentuh ke level US$ 67.775. Namun, jika BTC  bergerak dibawah harga US$ 60.000, maka Bitcoin bisa berpotensi turun ke US$ 58.000.

Sedangkan dalam jangka panjang, proyeksi harga Bitcoin masih menunjukkan potensi pertumbuhan menuju rekor tertinggi baru. Harga Bitcoin diproyeksikan bisa mencapai US$ 90.000 - US$ 100.000 dalam satu sampai dua tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×