kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Bitcoin Anjlok Setelah Iran Lancarkan Serangan Terhadap Israel


Minggu, 14 April 2024 / 11:03 WIB
Harga Bitcoin Anjlok Setelah Iran Lancarkan Serangan Terhadap Israel
ILUSTRASI. Harga Bitcoin.


Sumber: Forbes | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga Bitcoin mengalami penurunan sebesar 7% pada hari Sabtu dalam kurun waktu kurang dari satu jam, seiring dengan penurunan harga cryptocurrency lainnya, setelah Iran melancarkan serangan terhadap Israel.

Pada pukul 16:40 Sabtu (13/4) sore waktu setempat, harga Bitcoin turun mencapai US$ 62.570, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah pada hari itu di US$ 60.908.

Tidak hanya Bitcoin, harga Ethereum juga mengalami penurunan lebih dari 9% menjadi US$ 2.923. Sementara itu, harga koin Binance dan Solana turun masing-masing sebesar 9% dan hampir 18%.

Baca Juga: Harga Bitcoin dan Altcoin Anjlok, Likuidasi Aset Capai Rp 15 Triliun

Beberapa mata uang kripto lainnya yang jarang diperdagangkan juga mengalami penurunan harga setidaknya 15%, termasuk Longsoran Salju (20%), XRP (20%), dan token meme Dogecoin (18%).

Harga Bitcoin mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada tanggal 24 Maret, mencapai US$ 73.750.

Kekhawatiran atas meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah telah berdampak pada pasar AS dalam beberapa hari terakhir. 

Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 475 poin pada hari Jumat setelah Gedung Putih menyatakan bahwa AS dan Israel sedang mempersiapkan diri menghadapi potensi serangan dari Iran.

Baca Juga: Waspada! Nilai Penipuan Investasi Kripto Menembus Rekor di 2023

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menyampaikan kepada para investor bahwa konflik geopolitik ini menimbulkan kekhawatiran serius. 

Dia juga menyatakan bahwa konflik tersebut dapat "menjadi penentu apa yang terjadi pada perekonomian global jika harga minyak dan gas naik terlalu tinggi."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×