kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga aluminium menanti data China


Rabu, 07 September 2016 / 15:36 WIB
Harga aluminium menanti data China


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pergerakan harga aluminium pada perdagangan Kamis (8/9) akan bergantung pada rilis data ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Mengacu situs investing.com per Rabu (7/9) pukul 14.18 WIB, harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) terangkat 0,13% dibandingkan hari sebelumnya ke level US$ 1.590,75 per metrik ton. Sepekan, harga aluminium merosot 1,54%.

Andri Hardianto, Research and Analyst PT Asia Tradepoint Futures memproyeksikan, harga aluminium pada perdagangan Kamis (8/9) berpeluang melanjutkan kenaikan. Dengan catatan, rilis data ekonomi China yang mengkilap pekan ini.

China berencana meluncurkan data neraca perdagangan per Agustus 2016 yang diestimasi mencapai US$ 58 miliar, lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat US$ 52,31 miliar.

Adapula data Indeks Harga Konsumen per Agustus 2016 yang diprediksi tumbuh 1,7% (YoY), lebih rendah dibandingkan posisi bulan lalu yang naik 1,8% (YoY).

Serta data Indeks Harga Produsen per Agustus 2016 yang diproyeksikan turun 0,9% (YoY), lebih baik ketimbang pencapaian bulan sebelumnya yang merosot 1,7% (YoY).

"Apabila data China bagus, berarti positif buat aluminium. Pekan depan juga ada rilis data produksi industri dan penjualan ritel China," jelasnya.

Angin segar yang melanda Negeri Tirai Bambu akan menyokong performa logam industri. Sebab, China merupakan negara pengguna sekaligus produsen komoditas terbesar di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×