Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi
Selain itu, PPRO akan mempercepat serah terima proyek high rise serta menambah produk rumah tapak (landed house). Taufik mengatakan perusahaan memiliki program siap huni dan siap sewa di Surabaya, Semarang, BSD dan Bogor.
"Untuk hospitality dan komersial kita fokus ke peningkatan okupansi. Dan menyelesaikan hotel yang sedang dibangun termasuk shopping mall. Kalau perkantoran kita hati-hati sekali, kalau ada yang mengajak partner-an syaratnya captive market," jelas dia.
Baca Juga: Phapros (PEHA) berharap ekspor obat ke Nigeria terjadi di semester kedua
Lebih lanjut, Taufik mengatakan sejauh ini komposisi marketing sales 90% berasal dari bangunan apartemen dan sekitar 10% berasal dari rumah tapak. Namun, saat ini, sesuai permintaan pasar PPRO mengejar porsi landed house menuju 20%.
"Ada daya tarik yang agak menonjol di 2019 adalah bisnis landed house maka 2020 kita tambah landed house juga dalam rangka menyongsong PSAK 72," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News