kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gunakan Dana IPO untuk Genjot Produksi, Samcro Hyosung (ACRO) Beli Mesin Baru


Kamis, 11 Januari 2024 / 15:45 WIB
Gunakan Dana IPO untuk Genjot Produksi, Samcro Hyosung (ACRO) Beli Mesin Baru
Direktur Utama Samcro Hyosung Adilestari (ACRO), Chung Tae Sung usai pencatatan perdana saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (11/1).


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/1), PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) berencana akan meningkatkan produksi pabrik dengan membeli mesin-mesin baru menggunakan dana IPO.

Direktur Utama PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk Chung Tae Sung mengatakan pasca resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), ACRO mulai mengganti beberapa mesin lama di pabrik dengan mesin baru, agar bisa mengefisienkan biaya dan produktivitas. 

“Kami mengganti mesin baru, dengan begitu efisiensi produksi dan biaya pasti lebih tinggi. Kita sudah pesan mesin baru dari Switzerland,” ujar Chung Tae Sung kepada awak media saat ditemui di Gedung BEI, Kamis (11/1). 

Baca Juga: Pasca IPO, Samcro Hyosung Adilestari (ACRO) Targetkan Kapasitas Produksi Naik 40%

Selain itu, dia mengatakan sebanyak 30% dari dana IPO atau sekitar Rp 75 miliar akan digunakan untuk pembelian mesin baru, dengan rincian adalah 60% pembelian mesin dalam rangka pengembangan produk baru.

Kemudian, sebesar 40% untuk pembelian mesin dalam rangka peningkatan dan otomatisasi proses produksi.

Chung Tae Sung mengatakan, dalam jangka waktu 6 bulan, 90% dana IPO akan digunakan sesuai dengan rencana prospektus. 

Chung Tae Sung menambahkan, dengan adanya IPO ini, pihaknya akan berkomitmen untuk mempertahankan standar tertinggi soal transparansi dan tata kelola perusahaan. 

Baca Juga: IPO Samcro Hyosung Adilestari (ACRO) Oversubscribed 20,12 Kali

Dia juga mengatakan, kinerja ACRO masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Untuk itu, dia menyatakan optimistis dengan prospek bisnis yang dijalankan ACRO saat ini. 

“Pasar global hook dan loop diharapkan juga untuk bisa tumbuh dalam CAGR 5,6% hingga tahun 2029,” kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×