kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

GTS Internasional meramaikan daftar emiten pelayaran di bursa


Kamis, 02 September 2021 / 20:33 WIB
GTS Internasional meramaikan daftar emiten pelayaran di bursa
ILUSTRASI. GTSI akan membangun floating storage regasification unit (FSRU).


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kedatangan emiten anyar yang bergerak di sektor pengangkutan gas alam cair atau liquid natural gas (LNG) yakni PT GTS Internasional.

Anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) ini akan mencatatkan saham perdananya pada 8 September 2021. Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan, PT GTS Internasional menarik karena selain bergerak pada jasa angkut kapal, nantinya GTSI akan membangun floating storage regasification unit (FSRU).

Sebelumnya disebutkan bahwa untuk membangun FSRU ini dibutuhkan dana sekitar US$ 55 juta. GTS akan memperoleh sumber pendanaan salah satunya dari dana initial public offering (IPO). Unit FSRU tersebut nantinya akan dioperasikan oleh anak usaha GTSI yakni PT Anoa Sulawesi Regas.

Baca Juga: Masih masa penawaran umum, Geoprima Solusi mematok harga IPO Rp 180 per saham

GTS berharap pembangunan FSRU ini mampu memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi Utara. Penggunaan LNG yang dikonversi menjadi gas tersebut akan menjadi bahan baku untuk menghasilkan listrik yang ramah lingkungan.

“Kalau dilihat dari bisnis usahanya, tampaknya baru GTSI yang melakukan pengangkutan olahan gas atau FSRU ini,” kata Reza kepada Kontan.co.id, Kamis (2/9).

Reza melihat prospek emiten pelayaran ini akan tergantung pada permintaan. Tantangan yang masih harus dihadapi oleh emiten-emiten pelayaran adalah terkait dengan kontrak dan jangka waktu yang diperoleh emiten guna menjamin keberlangsungan usaha.

Baca Juga: GTS International akan bangun FSRU permanen berkapasitas 15.000 meter kubik

Selain itu, pengembangan usaha bisnis lain atau diversifikasi bisnis juga menjadi penting untuk menopang perolehan pendapatannya. “Kita juga harus melihat seperti apa langkah efisiensinya. Dari sisi biaya biasanya emiten pelayaran biaya bahan bakar dan perawatannya cukup memakan banyak biaya,” terang dia.

Pada penutupan perdagangan Kamis (2/9), saham-saham emiten pelayaran ditutup variatif. Saham HITS melemah 6,87% ke harga Rp 434 per saham, PTIS melemah 0,68% ke harga Rp 290 per saham, sementara SMDR naik 3,25% ke harga Rp 635, BULL naik 1,57% ke harga Rp 258 per saham, dan WINS menguat 5,19% ke harga Rp 142 per saham.

Dari beberapa saham pelayaran, Reza menilai beberapa saham masih cukup menarik jika dilihat dari sisi price to earning ratio (PER) yaitu SMDR, BULL, dan PSSI. PER SMDR sekarang ini berada di 3,1 kali, BULL di 5,4 kali, dan PSSI 7,5 kali.

Baca Juga: Segera melantai di bursa, simak rencana bisnis GTS Internasional selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×