Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) membidik pendapatan sekitar Rp 1 triliun pada 2026, yang bakal ditopang pertumbuhan permintaan dari sektor fast moving consumer goods (FMCG) dan e-commerce serta rencana penambahan armada.
Direktur Keuangan Grahaprima Suksesmandiri Ronny Senjaya menjelaskan kondisi ketidakpastian ekonomi global maupun domestik sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap bisnis GTRA.
"Bisnis kami tidak menurun karena pelanggan FMCG dan e-commerce sebagai basis utama masih sangat kuat meskipun terdapat fluktuasi global maupun domestik," ucapnya dalam Paparan Publik, Selasa (23/6).
Baca Juga: MSCI Beri Sinyal Negatif ke Indonesia, Status RI Diperkirakan Tetap Freeze
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, GTRA berencana menambah sekitar 600 unit armada hingga akhir 2026. Dus, jumlah armada operasional GTRA diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1.800 unit dari saat ini sekitar 1.200 unit.
Ronny menyampaikan penambahan armada dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan permintaan dari pelanggan, khususnya di sektor distribusi barang konsumsi dan e-commerce.
"Melihat perkembangan bisnis yang berjalan, tren permintaan pelanggan, serta rencana penambahan armada, kami menargetkan pendapatan sekitar Rp 1 triliun pada tahun 2026," kata dia.
Selain memperbesar armada, GTRA akan fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan kualitas layanan, terutama di wilayah Jawa Timur. GTRA juga menyiapkan ekspansi jaringan ke Makassar guna memperkuat cakupan layanan logistik nasional.
Di sisi operasional, GTRA menargetkan tingkat utilisasi armada meningkat menjadi 90%-95% dari level historis sekitar 80%-85%. Ini akan dicapai melalui peningkatan proses perawatan kendaraan, penguatan manajemen operasional, dan optimalisasi sistem pendukung.
GTRA juga melanjutkan pengembangan fasilitas pool terintegrasi di Deltamas yang dilengkapi workshop internal dan pusat pelatihan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Di samping itu, GTRA mulai mendorong transformasi digital melalui pengembangan model logistics technology (logtech). Ini diarahkan untuk meningkatkan visibilitas rantai distribusi, pengendalian operasional, dan integrasi proses bisnis.
Sepanjang kuartal I-2026, GTRA membukukan pendapatan Rp 198,21 miliar atau tumbuh 45,30% secara tahunan dari sebelumnya sebesar Rp 136,42 miliar. Laba bersih naik 12,69% menjadi Rp 20,17 miliar dari Rp 17,90 miliar.
Kinerja tersebut melanjutkan pertumbuhan sepanjang 2025. Tahun lalu, GTRA mencatatkan pendapatan Rp 656,30 miliar, meningkat dari Rp 428,93 miliar pada 2024. Laba bersih juga naik menjadi Rp 69,28 miliar dari sebelumnya Rp 39,48 miliar.
Baca Juga: Prodia (PRDA) Garap Segmen Premium untuk Dorong Pertumbuhan, Ini Catatan Analis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














