kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Goldchild incar penjualan batubara Rp 60 miliar


Selasa, 24 Juli 2012 / 08:00 WIB
ILUSTRASI. Asam urat


Reporter: Arie Febstyo | Editor: Ruisa Khoiriyah

JAKARTA. PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) menargetkan anak usaha baru mereka, PT Goldchild Integritas Abadi, sudah bisa membukukan pendapatan pada tahun ini. Pendapatan anak usaha itu akan dikejar dari perdagangan batubara ke China. Proyeksinya mencapai Rp 60 miliar, tahun ini.

Djerry Djajasaputra, Direktur Utama Inovisi Infracom, dalam keterangan tertulis pada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan lalu, menuturkan, ekspansi Goldchild akan dibiayai dari dana internal dan pinjaman perbankan.

Pada akhir Juni lalu, Inovisi mengaku telah meraih komitmen pinjaman senilai US$ 100 juta. Sebanyak US$ 50 juta sudah di tangan, sedangkan sisanya masih dalam proses. Pendanaan itu diperoleh perseroan ini dari capital fund yang berkedudukan di Hong Kong.

Inovisi akan memakai pinjaman itu untuk menopang agenda ekspansi, terutama bisnis batubara yang dijalankan oleh Goldchild.

Tahun ini, Goldchild mengincar dua kuasa pertambangan baru di Kalimatan. Sebelumnya Goldchild sudah memiliki 10 kuasa pertambangan yang ditaksir memiliki sumberdaya batubara 1 miliar metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×