Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YOR. Harga emas dunia melonjak tajam dan menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga pekan pada Rabu (8/4/2026), seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara.
Sentimen ini langsung menekan dolar AS dan harga minyak, sekaligus mengangkat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Di pasar spot, harga emas naik 1,6% ke US$ 4.779,19 per ons pada perdagangan pagi waktu AS. Bahkan, dalam sesi yang sama, harga sempat melesat lebih dari 3% dan mencapai level tertinggi sejak 19 Maret.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 2,6% ke US$4.805,90 per ons.
Baca Juga: Mengejutkan! Selat Hormuz Dibuka 2 Minggu Selama Gencatan Senjata AS-Iran
Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan menghentikan sementara konflik enam minggu antara AS dan Iran yang sebelumnya mengguncang pasokan energi global.
Meredanya konflik ini membuat harga minyak jatuh di bawah US$100 per barel, sekaligus menurunkan kekhawatiran inflasi.
Analis Marex, Edward Meir, menilai meredanya ketegangan geopolitik memberi ruang bagi penurunan tekanan inflasi dan membuka peluang bagi bank sentral AS untuk memangkas suku bunga.
“Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi emas,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa situasi masih rapuh dan sangat bergantung pada proses negosiasi lanjutan. “Pasar bisa saja berbalik jika kesepakatan ini gagal bertahan,” tambahnya.
Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama dunia turut mendorong harga emas. Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih murah bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan.
Baca Juga: Keputusan Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump Kerek Harga Emas
Menariknya, reli kali ini terjadi setelah harga emas sempat turun lebih dari 9% sejak akhir Februari, saat lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan menekan ekspektasi penurunan suku bunga.
Pelaku pasar kini menanti risalah rapat bank sentral AS (The Fed) periode 17-18 Maret yang akan dirilis malam ini waktu AS. Pada pertemuan tersebut, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%.
Selain itu, data inflasi penting seperti indeks harga konsumen (CPI) dan indeks PCE juga akan dirilis dalam waktu dekat dan berpotensi memengaruhi arah pasar.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak melonjak 4,9% ke US$76,44 per ons, platinum naik 4,9% ke US$2.054,10, dan paladium melesat 9,1% ke US$ 1.603,13 per ons.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Makin Panas, Harga Emas Antam Diprediksi Naik Lebih Tajam
Secara keseluruhan, pasar komoditas kini bergerak dalam fase sensitif, di satu sisi ditopang meredanya konflik, namun di sisi lain masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter dan stabilitas geopolitik global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













