Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Namun demikian, AMRT tetap menghadapi sejumlah tantangan, antara lain potensi pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan biaya operasional seperti upah dan logistik, ketatnya persaingan di sektor ritel, serta risiko tekanan marjin.
Sementara itu, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menilai target ekspansi AMRT termasuk realistis sejalan dengan kapasitas historis perusahaan. Fokus ekspansi ke luar Pulau Jawa dinilai tepat karena pasar ritel di Pulau Jawa mulai jenuh.
"Meski ada tantangan biaya logistik di awal, potensi pertumbuhan omzet Same-Store Sales Growth (SSSG) luar Jawa jauh lebih besar dengan kompetisi yang belum sepadat Jawa," ujar Wafi kepada Kontan, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Teknikal Saham TPIA, AMMN, AMRT untuk Selasa (6/1)
Ke depan, tantangan utama AMRT berasal dari inflasi biaya operasional serta persaingan dengan warung modern. Namun pada 2026, kinerja perusahaan diproyeksikan akan didukung oleh optimalisasi produk private label yang memiliki marjin laba lebih tebal, serta peningkatan fee-based income dari layanan digital.
Rekomendasi Saham
Azis melihat secara teknikal, pergerakan AMRT masih konsolidasi dengan peluang menguat seiring perbaikan sentimen konsumsi. Ia merekomendasikan buy saham AMRT dengan target harga Rp 2.100, didukung prospek pemulihan konsumsi dan strategi ekspansi yang konsisten.
Adapun Wafi menyarankan buy saham AMRT di target harga Rp 2.500 per saham.
Selanjutnya: IHSG Berpeluang Mengyat Senin (12/1) Didorong Sentimen Global dan Domestik
Menarik Dibaca: Fres & Natural Kolaborasi dengan Vilo Gelato, Tawarkan Wangi Baru untuk Anak Muda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













