Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Petrosea Tbk (PTRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (9/4/2026). Dalam RUPST kali ini turut dijelaskan hasil kinerja perusahaan tahun buku 2025 hingga pengangkatan Dewan Komisaris dan Direksi emiten jasa pertambangan tersebut.
Sepanjang 2025, PTRO menjadikan diversifikasi usaha sebagai pilar strategis dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan kinerja. Melalui langkah ini, PTRO tidak hanya memperluas sumber pendapatan, melainkan juga mengurangi ketergantungan pada satu segmen usaha.
Strategi tersebut sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis baru, memperluas jangkauan pasar ke kawasan regional, serta meningkatkan daya saing PTRO di tengah dinamika industri yang semakin kompleks.
Presiden Direktur Petrosea Michael mengatakan, capaian ini mencerminkan efektivitas strategi yang dijalankan PTRO dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat fundamental kinerja di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
"Selain itu, momentum ini juga menjadi landasan penting bagi perusahaan untuk terus menjaga kesinambungan pertumbuhan ke depan, didukung oleh arah strategi jangka panjang yang berfokus pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Petrosea (PTRO) Bakal Garap Pekerjaan Infrastruktur Pendukung Proyek Abadi Masela
Dari sisi kinerja keuangan, PTRO mencatatkan total pendapatan sebesar US$ 886,46 juta pada 2025 atau meningkat 28,32% dibandingkan US$ 690,81 juta yang diraih pada tahun sebelumnya.
Laba bersih PTRO tercatat sebesar US$ 35,01 juta atau meningkat 251,75% dibandingkan US$ 9,95 juta pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PTRO tercatat sebesar US$28,81 juta, atau tumbuh 197,02% dari US$ 9,70 juta yang dicapai pada tahun 2024.
Direktur Petrosea Kartika Hendrawan menambahkan, PTRO telah menyelesaikan akuisisi Hafar, HBS dan Scan-Bilt sebagai wujud implementasi dari strategi diversifikasi untuk memperkuat ketahanan dan keberlanjutan kinerja.
"Dengan selesainya akuisisi Hafar, perusahaan membentuk lini bisnis baru, yaitu EPCI Migas Lepas Pantai sebagai fondasi awal bagi pengembangan portofolio usaha ke sektor migas lepas
pantai,” kata dia.
Selain itu, RUPST menyetujui laporan tahunan dan laporan pertanggungjawaban Direksi dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris mengenai jalannya perusahaan dan tata usaha
perusahaan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025.
RUPST juga memberikan pembebasan sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris atas tugas pengawasannya dan Direksi atas tugas pengurusannya selama tahun 2025.
Baca Juga: Petrosea (PTRO) Kempit 55% Saham Nusantara Arung Samudera
RUPS menyetujui untuk mengangkat kembali seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi PTRO adalah tetap sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris : Osman Sitorus (merangkap sebagai Komisaris Independen)
- Komisaris : Ginandjar Kartasasmita
- Komisaris : Djauhar Maulidi
- Komisaris : Erwin Ciputra
- Komisaris : Jenderal Pol (Purn.) Drs. Sutanto
- Komisaris : Setia Untung Arimuladi
Direksi
- Presiden Direktur : Michael
- Direktur : Kartika Hendrawan
- Direktur : Ruddy Santoso
- Direktur : Meinar Kusumastuti
- Direktur : Iman Darus Hikhman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













