kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Gelar RUPSLB, Ini Jajaran Direksi Wikjaya Karya (WIKA)


Jumat, 05 Agustus 2022 / 22:15 WIB


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengangkat Hadjar Seti Adji sebagai Direktur Human Capital dan Pengembangan Usaha WIKA yang baru. Pengangkatan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung secara hybrid di Jakarta, Jumat (5/8).

Hadjar menggantikan Direktur Human Capital dan Pengembangan Usaha yang mendapatkan penugasan di BUMN yang lain. Sebelumnya, Hadjar menjabat posisi Direktur SDM dan Pengembangan Sistem di PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) sejak 2020.

Setelah RUPSLB WIKA, Jumat (5/8), susunan dewan direksi WIKA terbaru menjadi sebagai berikut:

Direktur Utama: Agung Budi Waskito
Direktur Operasi I: Hananto Aji
Direktur Operasi II: Harum Akhmad Zuhdi
Direktur Operasi III: Rudy Hartono
Direktur Human Capital
dan Pengembangan: Hadjar Seti Adji
Direktur QHSE: Ayu Widya Kiswari
Direktur Keuangan: Adityo Kusumo

Baca Juga: Nusatama Berkah (NTBK) Kantongi Kontrak Baru Rp 100 Miliar pada Semester I

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan, kehadiran Hadjar Seti Adji menjadi bentuk penyegaran untuk tetap menjaga performa perusahaan dalam rangka menjawab kepercayaan dari pemegang saham dan publik.

Sebelumnya, posisi Direktur Human Capital dan Pengembangan Usaha  WIKA dijabat oleh Mursyid. Mursyid mengundurkan diri pada Juni 2022 karena telah menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×