kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.943   -99,00   -0,55%
  • IDX 6.361   40,94   0,65%
  • KOMPAS100 838   6,01   0,72%
  • LQ45 637   1,36   0,21%
  • ISSI 220   2,08   0,96%
  • IDX30 358   0,55   0,15%
  • IDXHIDIV20 437   -1,63   -0,37%
  • IDX80 96   0,54   0,57%
  • IDXV30 120   0,01   0,01%
  • IDXQ30 114   0,15   0,13%

Gas alam melambung seiring cuaca dingin berlanjut di Eropa


Kamis, 29 Maret 2018 / 16:49 WIB
ILUSTRASI. Gas Alam


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cuaca dingin di Eropa diperkirakan masih akan berlanjut. Sejumlah ahli cuaca yang disurvei Bloomberg sepakat belum melihat potensi cuaca dingin akan berakhir pada April mendatang. Kondisi tersebut telah membawa harga gas alam melambung belakangan ini.

Mengutip Bloomberg, Kamis (29/3) pukul 15.30 WIB, harga gas alam kontrak pengiriman Mei 2018 di New York Merchantile Exchange naik 1,30% ke level US$ 2,733 per mmbtu. Jika dibandingkan sepekan sebelumnya, penguatannya sudah mencapai 2,9%.

"Cuaca dingin yang melanda banyak negara Eropa bulan ini akan terus berlanjut hingga awal April, tetapi seiring waktu akan mereda," kata Tyler Roys, seorang ahli meteorologi di AccuWeather Inc, seperti dilansir Bloomberg, Kamis.

Cuaca dingin lebih dari normal yang paling signfikan terjadi di Inggris, Skandinavia dan Norwegia selatan. Pekan depan, suhu di Norwegia terlihat dibawah titik beku. Di bawah rata-rata 10 tahun. Sementara, kondisi lebih hangat diperkirakan terjadi di Balkan dan Turki.

Selain melambungkan harga gas alam, kondisi cuaca dingin menjadi ujian tersendiri untuk jaringan energi dan transportasi di seluruh Eropa.Tingkat persediaan gas alam mencapai level terendah setidaknya sejak 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×