kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.406.000   2.000   0,14%
  • USD/IDR 16.245
  • IDX 7.280   -33,92   -0,46%
  • KOMPAS100 1.139   -7,54   -0,66%
  • LQ45 918   -5,38   -0,58%
  • ISSI 219   -0,45   -0,21%
  • IDX30 457   -3,60   -0,78%
  • IDXHIDIV20 549   -4,07   -0,74%
  • IDX80 128   -0,65   -0,50%
  • IDXV30 130   -0,22   -0,17%
  • IDXQ30 154   -1,22   -0,79%

Gas alam berpotensi bullish dalam jangka panjang


Selasa, 27 Februari 2018 / 19:36 WIB
Gas alam berpotensi bullish dalam jangka panjang
ILUSTRASI. Harga gas alam


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski tengah dalam tekanan, tetapi harga gas alam diyakini masih berpotensi bullish dalam jangka panjang. Permintaan di sektor pembangkit listrik diperkirakan terus meningkat dalam jangka menengah.

Andri Hardianto, analis PT Asia Tradepoint Futures mengatakan, mulai akhir tahun hingga tiga tahun ke depan, permintaan gas alam akan mulai tumbuh. Menurutnya, dalam laporan Energi Information and Administration (EIA) disebutkan di Amerika Serikat (AS) ada 10.700 megawatt pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang siap beralih ke gas alam. Harga gas alam yang lebih murah membuat pelaku industri berpaling dari batubara.

“Kalau harga batubara naik, pembangkit listrik gas alam itu selisih biayanya bisa 15%-16%,” paparnya, Selasa.

Dalam perkiraan EIA, selama kuartal I hingga kuartal III di tahun ini, kenaikan pembangkit listrik berbahan bakar gas alam bisa mencapai 30%. Apabila ramalan ini benar-benar terwujud bisa dipastikan permintaan gas alam akan terus meningkat.

Tak hanya dari negeri Paman Sam, EIA juga memperkirakan peningkatan konsumsi kemungkinan juga akan terjadi di China. Dengan misi mengurangi polusi udara diperkirakan impor gas alam China akan bisa melampaui Korea Selatan sebagai negara pengimpor gas alam terbesar kedua di dunia. Pada 2017 saja, ekspor gas alam ke China melonjak menjadi 103 miliar kaki kubik dari 17,2 miliar kaki kubik pada 2016.

Mengutip Bloomberg, Selasa (26/2) pukul 15.00 WIB, harga gas alam kontrak pengiriman April 2018 di New York Merchantile Exchange turun 0,74% ke level US$ 2.666 per mmbtu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligent with Ms Excel Pre-IPO : Explained

[X]
×