kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Garuda Indonesia finalisasi pinjaman US$ 300 juta


Jumat, 10 Agustus 2018 / 07:54 WIB
Garuda Indonesia finalisasi pinjaman US$ 300 juta
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di area GMF

Reporter: Yoliawan H | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencari skema baru untuk mendanai kebutuhan ekspansinya. Perusahaan maskapai penerbangan ini akan mencari pinjaman dengan jangka waktu lebih panjang untuk menggantikan pendanaan jangka pendek.

Direktur Utama GIAA Pahala Mansury mengatakan, saat ini GIAA tengah melakukan finalisasi pinjaman sindikasi global. "Pendanaan terbaru yang akan kami usahakan yakni global syndicated loan sebesar US$ 200 juta sampai US$ 300 juta," ujar Pahala di Jakarta, Kamis (9/8).


Kredit sindikasi ini akan melengkapi skema pendanaan berupa sekuritisasi kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) senilai Rp 2 triliun. "Sehingga, nanti diharapkan lebih dari 60%-70% pendanaan memiliki jangka waktu dua sampai empat tahun. Finalisasi rencana ini diharapkan sebelum akhir September," imbuh Pahala.

Tahun ini, GIAA menyiapkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar US$ 250 juta hingga US$ 300 juta untuk perawatan rutin. Hingga paruh pertama tahun ini, GIAA sudah merealisasikan 60% capex.

Pahala berharap, kinerja GIAA tahun ini bisa lebih baik ketimbang tahun lalu. Per Semester I-2018, GIAA masih merugi US$ 114 juta. Kerugian ini turun 60% ketimbang tahun lalu yang sebesar US$ 284 juta. Ini lantaran pendapatan GIAA naik 5,9% pada semester I-2018 dari US$ 1,8 miliar menjadi US$ 1,9 miliar.

Pahala berharap, hingga akhir tahun ini, GIAA bisa membukukan laba di level break event point. Namun masih ada beberapa kendala , seperti adanya kenaikan biaya bahan bakar sekitar 15% dan depresiasi rupiah. "Jadi perlu dihitung ulang apakah masih mungkin mencapai break even tadi," papar dia.

Sekadar informasi, pengeluaran perusahaan ini untuk avtur naik 12% year on year (yoy) menjadi US$ 639,7 juta. Beban avtur itu mencapai 30% dari total pengeluaran perusahaan di semester I-2018.

Untuk menggenjot laba, GIAA akan meningkatkan utilisasi pesawat dan terus melakukan renegosiasi untuk pesawat yang dimiliki, menjaga kualitas produk dan ontime performance.

 




TERBARU

Close [X]
×