kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Gara-gara corona, penerbitan MTN terjun bebas di semester I


Rabu, 15 Juli 2020 / 21:58 WIB
Gara-gara corona, penerbitan MTN terjun bebas di semester I
ILUSTRASI. Aktifitas pialang saham di dealing room Bank BNI, Jakarta (ilustrasi foto saham dan Obligasi). KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pandemi virus corona yang telah menghambat roda ekonomi rupanya turut memengaruhi jumlah penerbitan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN).

Senior Vice President Financial Institution Ratings Division PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Hendro Utomo menyebut sepanjang semester I kemarin jumlah penerbitan MTN mengalami penurunan yang drastis.

Baca Juga: Prospek reksadana pendapatan tetap semakin moncer

“Pada enam bulan kemarin tercatat hanya ada tiga MTN yang diterbitkan dengan nilai Rp 750 miliar. Angka ini turun tajam dibanding periode yang sama pada 2019 di mana terdapat 21 penerbitan MTN dengan nilai Rp 15,8 triliun,” ujar Hendro kepada Kontan.co.id, Rabu (15/7).

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto mengatakan penurunan penerbitan MTN pada semester kemarin merupakan hal yang wajar di tengah kondisi seperti ini. 

Dengan banyaknya korporasi yang tertekan akibat pelemahan ekonomi, aksi ekspansi yang dananya kerap kali berasal dari MTN pun akhirnya ditunda.

“Penerbitan MTN kan sebagian besar dilakukan oleh perusahaan konstruksi, dan BUMN, dengan pemerintah yang fokus menanggulangi dampak virus corona, pembangunan pun ditunda. Belum lagi, adanya pemangkasan rating dan outlook yang semakin membuat para penerbit berpikir dua kali untuk menerbitkan MTN,” jelas Ramdhan

Baca Juga: Jiwasraya tutupi kerugian melalui pembentukan RDPT

Selain itu, Ramdhan juga menilai dari segi risiko MTN juga masih cukup tinggi. Mulai dari cost of fund yang akan tinggi seiring meningkatnya ekspektasi dari pasar, ditambah lagi adanya beberapa MTN yang gagal bayar akan membuat catatan jelek bagi MTN. 

Belum lagi, virus corona yang masih belum teratasi membuat penerbit akan semakin berhati-hati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×