kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Fundamental positif tak bisa tolong rupiah


Rabu, 25 Mei 2016 / 19:39 WIB
Fundamental positif tak bisa tolong rupiah


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah masih terus bergerak melemah meski dalam perdagangan Rabu (25/5) posisinya cenderung konsolidasi. Tekanan eksternal yang besar masih jadi penekan utama kurs rupiah.

Di pasar spot, Rabu (25/5) nilai tukar rupiah melemah tipis 0,01% ke level Rp 13.637 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sejalan di kurs tengah Bank Indonesia posisi rupiah pun menukik 0,47% di level Rp 13.671 per dollar AS.

Reny Eka Putri, Analis Pasar uang PT Bank Mandiri Tbk menjelaskan tekanan eksternal terutama dari optimisme kenaikan suku bunga The Fed masih jadi dalang utama pelemahan.

Katalis negatif terbaru datang dari laporan penjualan rumah baru di AS yang melesat ke titik tertingginya dalam 8 tahun terakhir pada April 2016 menjadi 619.000 dari 531.000. Padahal secara fundamental kita cukup kuat.

“Itu juga yang buat pelemahan hari ini sangat terbatas cenderung flat karena kepercayaan pasar global masih terjaga pada Indonesia,” papar Reny.

Katalis positif itu datang dari laporan Fitch Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB-.

Prospeknya pun dinilai masih stabil. Tentunya ini dilihat pasar sebagai pertanda masih positifnya prospek ekonomi Indonesia ke depannya. “Namun itu saja ternyata belum cukup kuat untuk rupiah membalikkan keadaan dan mengungguli USD,” imbuh Reny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×