kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.573
  • SUN95,20 0,00%
  • EMAS594.906 -0,17%

Fundamental lesu, investor cermati saham Steadfast Marine

Sabtu, 11 Agustus 2018 / 12:30 WIB

Fundamental lesu, investor cermati saham Steadfast Marine

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) terus melesat. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juni 2018, harganya sudah melejit 878% menjadi Rp 1.125 per saham hingga Kamis (9/8).

Tapi, Jumat (10/8), harga saham KPAL melorot 24% ke level Rp 845 per saham. Pergerakan saham yang di luar kebiasaan ini menyebabkan BEI memasukkan saham emiten galangan kapal ini dalam daftar unusual market activity (UMA) sejak kemarin.


Di tengah fluktuasi tajam saham KPAL, bagaimana prospek saham KPAL?

Analis senior Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar mengatakan, kenaikan harga saham KPAL hanya dipengaruhi faktor sentimen pasca IPO. "Fundamental tidak terlalu menggembirakan. Penguatan saat ini hanya sesaat, cepat atau lambat, pasar harus kembali menyadari nilai wajar KPAL yang makin mahal," katanya, Jumat (10/8).

Sebagai gambaran, mengacu laporan keuangan semester I-2018, pendapatan KPAL turun 79,2% year on year (yoy) menjadi Rp 58,68 miliar. Emiten ini bahkan merugi sebesar Rp 2,45 miliar per Juni tahun ini. Padahal, Juni tahun lalu, berhasil meraih laba Rp 9,66 miliar.

Menurut catatan Kontan.co.id, manajemen KPAL menargetkan pendapatan tahun ini turun sebesar 34% menjadi Rp 320 miliar. Namun, laba ditargetkan naik 7,5%–12,5% dari tahun lalu sebesar Rp 10,08 miliar. Penurunan target pendapatan karena sepinya pemesanan kapal.

Tahun ini, perusahaan belum menerima satu pun pesanan kapal. Saat ini, KPAL hanya menyelesaikan produksi beberapa buah kapal. Sebelumnya, Direktur Utama PT Steadfast Marine Tbk Rudi Kurniawan Logam bilang, saat ini yang dikerjakan hanya 5 unit kapal perintis 2000 dan tiga unit kapal patroli TNI.

Meski begitu, KPAL tengah menyiapkan rencana bisnis untuk memperkuat bisnis reparasi kapal pada tahun ini. Bisnis reparasi kapal nantinya akan dibukukan sebagai pendapatan berulang (recurring income) perusahaan.

Bisnis reparasi kapal dinilai cukup menjanjikan, didorong oleh industri maritim yang terus berkembang. Apalagi, secara umum kapal penumpang setiap 12 bulan harus menjalani proses docking yang menjadi potensi pendapatan bagi perseroan. Manajemen KPAL berharap dalam beberapa waktu ke depan, bisnis reparasi kapal menyumbang 20%–30% pendapatan.

Dengan kondisi fundamental saat ini, William Siregar menyarankan investor untuk hold atau sell saham KPAL.

Analis semesta Indovest Aditya Perdana Putra sependapat. Ia menyarankan investor berhati-hati dengan jenis saham seperti KPAL. Sebab, kenaikan harga saham tidak diimbangi dengan fundamental yang bagus. "Valuasi sudah terlampau kemahalan dengan PER negatif. Laba bersih masih negatif di kuartal II," papar dia, Jumat (10/8).

Itu sebabnya, Aditya menyarankan wait and see sambil menunggu hingga kinerja fundamental membaik dan ada peluang perbaikan bisnis dalam jangka menengah

Menurut William Hartanto, Analis Panin Sekuritas, harga saham KPAL yang sudah menguat tajam sejak IPO, sudah berisiko tinggi. Meskipun kemungkinan naik masih terbuka, namun terbatas. "Saya perhatikan pola perdagangannya sudah tidak ada broker yang dominan. Kalaupun masih ada, perannya sudah tidak sebesar pada awal kenaikan. Jadi ruang penguatan sudah terbatas," jelasnya, Jumat (10/8).

Apalagi, dengan sudah masuk daftar UMA, ada potensi saham disuspensi. Prediksi William, jika masih mampu naik, target harga hanya Rp 1.300 dalam jangka pendek.

 vc


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika

EMITEN

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0689 || diagnostic_web = 0.3169

Close [X]
×