kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.922   13,00   0,07%
  • IDX 5.971   44,84   0,76%
  • KOMPAS100 773   7,74   1,01%
  • LQ45 597   7,52   1,28%
  • ISSI 207   1,29   0,63%
  • IDX30 333   4,34   1,32%
  • IDXHIDIV20 428   6,27   1,49%
  • IDX80 89   1,01   1,15%
  • IDXV30 117   1,51   1,30%
  • IDXQ30 109   1,40   1,30%

FTSE merombak saham, ini rekomendasi analis


Senin, 26 Agustus 2019 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Sementara itu, analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai saham-saham tersebut memiliki likuiditas yang memenuhi standar FTSE. "Melihat beberapa saham seperti FREN bisa masuk," jelas dia.

Saham-saham yang masuk dalam indeks FTSE bisa dikatakan prospektif hanya saja dalam jangka pendek. Sebab, William bilang, sentimen indeks FTSE belum pernah sebesar sentimen indeks MSCI garapan negeri Paman Sam.

Dengan begitu, saham yang cukup prospektif dalam jangka pendek, dan disarankan untuk dibeli adalah FREN dengan target harga Rp 200, JPFA dengan target Rp 1.750, TARA dengan target Rp 1.000 dan SRIL dengan target Rp 356.

Kinerja Keuangan

Perusahaan tekstil terintegrasi SRIL pada semester satu ini mencetak kinerja yang kuat. SRIL mencatatkan penjualan perseroan naik 16,16% atau menjadi US$ 631,64 juta. Padahal pada semester satu di tahun sebelumnya, pendapatan hanya sebesar US$ 543,76 juta. Sehingga laba bersih juga mengalami peningkatan 12,3% yoy menjadi US$ 63,25 juta.

Baca Juga: Adaro Energy (ADRO) anggarkan capex hingga US$ 600 juta

Saham lain yang disarankan Chris untuk dilihat fundamentalnya adalah ISSP. Adapun pendapatan ISSP pada semester satu tercatat sebesar Rp 2,29 triliun. Angka tersebut naik 10,1% yoy dari semester satu tahun lalu yang tercatat Rp 2,08 triliun. Kenaikan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba yang mencapai tiga kali lipat menjadi Rp 52,40 miliar. Padahal tahun sebelumnya tercatat hanya Rp 13,08 miliar.

Selanjutnya, SOCI mencatatkan pendapatan neto US$ 77,42 juta. Jumlah tersebut naik 31,13% bila dibandingkan semester satu tahun lalu yang tercatat US$ 59,04 juta. Kenaikan tersebut ikut mengerek laba hingga 147,03% menjadi US$ 9,98 juta. Dari yang sebelumnya tercatat hanya US$ 4,04 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×