kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Fitch naikkan peringkat utang PWON dari B- menjadi B


Jumat, 26 Agustus 2011 / 18:28 WIB
Fitch naikkan peringkat utang PWON dari B- menjadi B
ILUSTRASI. Sepeda lipat United Roar


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Fitch Ratings menaikkan peringkat obligasi PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tenor jangka panjang berbasis dollar AS dan rupiah, dari B- menjadi B. Peringkat nasional surat utang jangka panjang PWON juga dinaikkan dari BBB- menjadi BBB+. Fitch memberikan prospek stabil untuk rating tersebut.

Di saat bersamaan, peringkat surat utang berjaminan senilai US$ 13 juta yang jatuh tempo November 2011 juga dinaikkan dari B- menjadi B.

Analis Fitch Erlin Salim dalam rilis pers (26/8) mengatakan, peningkatan peringkat itu mencerminkan membaiknya posisi keuangan Pakuwon setelah sukses menjual proyek terbarunya di Jakarta, yaitu Superblock Gandaria City. Superblock itu terdiri dari pusat perbelanjaan, perkantoran, dan kondominium.

Sampai akhir Juni 2011, Gandaria City mall memiliki tingkat hunian 93%, sedangkan kedua gedung kondominium sudah terjual lebih dari 90%. Sementara, gedung perkantoran Gandaria 8 sudah terjual sekitar 60%, dan sisanya akan disewakan. Selanjutnya, EBITDA pendapatan berulang (recurring) dari Gandaria diperkirakan bakal berkontribusi sekitar 30% terhadap total EBITDA berulang perseroan.

Ke depan, untuk mendongkrak pertumbuhan pendapatan, PWON akan fokus pada pengembangan proyek lain di Surabaya, seperti Tunjungan Plaza, gedung kondominium di Pakuwon City, dan pengembangan perumahan di Surabaya.

Erlin menyebut, arus kas dari pendapatan yang berulang dan penjualan perdana proyek-proyek tersebut diharapkan mencukupi biaya konstruksi proyek-proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi, dan memenuhi kewajiban pembayaran kembali pokok utang dan bunga.

Hingga semester pertama 2011, kas PWON tercatat Rp 342 miliar berbanding kewajiban jangka pendek sebesar Rp 235 miliar. Rasio utang dan coverage berada di 1,8x dan 2x. Rasio-rasio tersebut diharapkan akan membaik secara bertahap seiring dengan jadwal pembayaran utang dan peningkatan EBITDA dari proyek yang sedang dan akan berjalan ke depan.

Lanjut Erlin, adapun prospek stabil mencerminkan expektasi Pakuwon akan menjaga profil resiko yang sesuai dengan peringkatnya dalam jangka pendek sampai menengah. Penurunan peringkat bisa terjadi karena penurunan yang signifikan dari kontribusi pendapatan yang berkelanjutan atau tingkat hunian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×