kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Facebook pemegang rekor penurunan market cap terbesar sepanjang sejarah


Jumat, 27 Juli 2018 / 01:00 WIB


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga saham Facebook kembali terjun bebas. Rabu (25/7), harga saham perusahaan media sosial ini rontok hingga 24% di perdagangan after hours atau perdagangan setelah jam resmi perdagangan saham tutup.

Imbasnya kapitalisasi pasar Facebook merosot drastis hingga US$ 150 miliar dalam tempo hanya dua jam. Ini menjadi rekor penurunan market cap terbesar sepanjang sejarah.

Nah, di perdagangan Kamis (26/7) hingga pukul 23.30 tadi malam, harga saham Facebook longsor lagi 17,84% menjadi US$ 178,22 per saham. Alhasil, kapitalisasi pasar Facebook kembali mengempis menjadi US$ 629,82 miliar.

Amblesnya market cap Facebook ini tercatat sebagai penurunan kapitalisasi pasar harian terbesar sepanjang masa. Facebook memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Intel Corp.

Kapitalisasi pasar Intel Corp pernah hilang hingga US$ 91 miliar dalam sehari perdagangan pada September tahun 2000. Pun Microsoft pernah harus kehilangan market cap senilai US$ 77,2 miliar dalam tempo sehari.

Nasib naas itu juga pernah dialami Apple. Gara-gara pertumbuhan labanya melambat, market cap produsen iPhone pernah longsor hampir US$ 60 miliar pada 24 Januari 2013.

Nah, Berikut rekor-rekor penurunan terbesar kapitalisasi pasar dalam sehari perdagangan:

Facebook US$ 150 miliar
Intel US$ 91 miliar
Microsoft US$ 77,2 miliar
Apple US$ 59,6 miliar
Exxon Mobil US$ 52,5 miliar
General Electric US$ 46,9 miliar
Alphabet US$ 39,2 miliar
Amazon US$ 36,5 miliar

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×