kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.762   53,00   0,30%
  • IDX 6.517   -0,87   -0,01%
  • KOMPAS100 849   1,06   0,13%
  • LQ45 643   1,27   0,20%
  • ISSI 228   -0,81   -0,35%
  • IDX30 360   1,15   0,32%
  • IDXHIDIV20 441   2,88   0,66%
  • IDX80 97   0,10   0,11%
  • IDXV30 123   1,36   1,12%
  • IDXQ30 115   0,52   0,46%

Eskalasi AS – Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Mentah Melonjak


Senin, 31 Agustus 2026 / 13:09 WIB
Eskalasi AS – Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Mentah Melonjak
ILUSTRASI. Harga minyak mentah acuan kembali menguat setelah AS dan Iran kembali saling serang pada Senin (31/8/2026) (REUTERS/Orhan Qereman)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga komoditas minyak mentah dunia kembali naik setelah eskalasi antara Amerika Serikat (AS) – Iran kembali memanas. Mengutip Trading Economics Senin (31/8/2026) pukul 12.33 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 85,90 per barel, naik 3% secara harian dan menguat 5,94% dalam sebulan. 

Girta Putra Yoga, Research and Development ICDX mengatakan, harga minyak yang terpantau melaju bullish bertahan di atas level US$ 80 per barel menyusul kembalinya konfrontasi AS - Iran setelah jeda serangan beberapa minggu. Hal ini turut memicu kekhawatiran akan ikut berdampak pada pasokan minyak yang melalui jalur pengiriman utama di wilayah Timur Tengah.

Disebutkan bahwa pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Pulau Larak dekat Selat Hormuz pada hari Minggu. Merespons serangan tersebut, pasukan Korps Garda Revolusi Iran melancarkan serangan terhadap dua pangkalan militer AS di Yordania. 

“Situasi itu menandai konfrontrasi pertama AS - Iran setelah jeda serangan beberapa minggu, yang sekaligus memicu kekhawatiran akan kembali meningkatkan gangguan di jalur pengiriman utama tersebut,” ujar Yoga dalam risetnya pada Senin (31/8/2026). 

Baca Juga: Rupiah Belum Solid Menguat, Harga Minyak Bisa Bikin Kurs Kembali Menjadi Rp 18.000

Berdasarkan data pelacakan kapal Kpler, Yoga mencatat jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz terpantau turun menjadi lima kapal per hari selama akhir pekan.

Penurunan itu menyusul eskalasi serangan terhadap kapal yang melewati jalur Hormuz. United Kingdom Maritime Trade Operations juga melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal saat sedang melintasi Selat Hormuz menuju wilayah Teluk yang sekaligus merupakan serangan ketiga di selat dalam sepekan terakhir. 

Selain itu, dukungan lainnya datang dari Departemen Keuangan AS yang kemungkinan akan mengumumkan sanksi sekunder baru setiap minggu yang bertujuan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Fokus awal tekanan ekonomi tersebut pada sektor perbankan. Selain itu, dalam pertemuan para menteri keuangan G20, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyerukan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 agar memutus hubungan ekonomi dengan Iran, atau menghadapi risiko terkena sanksi sekunder.

Sementara itu, total ekspor minyak mentah dan produk minyak yang melewati jalur Hormuz telah meningkat menjadi 15 juta hingga 16 juta barel per hari berdasarkan proyeksi terbaru dari Goldman Sachs.

Baca Juga: Astra (ASII) Rogoh Rp 858 Miliar, Borong Saham AUTO Lewat Tender Sukarela

Meskipun angka tersebut masih 7 juta hingga 8 juta barel di bawah tingkat sebelum konflik, namun jauh melampaui titik terendah sebesar 5 juta hingga 6 juta barel per hari yang tercatat pada bulan Maret. 

Yoga memproyeksikan harga minyak mentah WTI dalam jangka pendek berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 88 per barel dan berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 83 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×