kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

EMTK dan SCMA transaksi investasi Rp 793 miliar


Rabu, 01 Juli 2015 / 17:47 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) bersama dengan anak usahanya, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) akan mengembangkan perusahaan berbasis konten dengan membentuk joint venture melalui PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG).

Untuk itu keduanya akan melakukan transaksi investasi dengan nilai total Rp 793 miliar. Managemen EMTK dan SCMA dalam pengumuman resminya, Rabu (1/7) mengungkapkan, transaksi ini dilakukan melalui beberapa proses.

Pertama, penjualan 50,1% saham milik EMTK pada PT Animasi Kartun Indonesia (AKI) kepada IEG dengan harga jual Rp 15 miliar. Kedua, penjualan seluruh library content milik SCTV yang telah habis nilai bukunya kepada IEG dengan harga jual Rp 14,8 miliar.

Ketiga, penjualan aset dan bangunan kepada PT Indonesia Entertainmen Studio (IES), seperti tanah dan bangunan studio milik SCMA di Kebon Jeruk seharga Rp 89 miliar, tanah dan bangunan kantor serta studio Indosiar di Daan Mogot senilai Rp 381,5 miliar, serta tanah dan bangunan studio milik EMTK di Daan Mogot senilai Rp 165 miliar.

Setelah proses transaksi investasi selesai, maka akan terdapat beberapa transaksi sewa menyewa ruang studio, ruang kantor, dan jual beli konten antara pihak-pihak yang terlibat seperti SCTV, Indosiar, IEG, IES, dan para pihak yang bersangkutan dalam perjanjian tersebut.

Baik EMTK maupun SCMA melihat pesatnya pertumbuhan industri konten dari hari ke hari. Hal ini membuat keduanya berfikir bahwa industri konten dapat berpotensi maksimal dan dikelola secara profesional serta terpisah dari kegiatan usaha lembaga penyiaran televisi swasta yang sudah ada, yakni SCTV, Indosiar, dan O Channel.

Seperti diketahui, SCMA bergerak di bidang jasa multimedia yang terkait dengan penyiaran serta memiliki masing-masing 99% saham di dua lembaga penyiaran swasta televisi nasional, yakni SCTV dan Indosiar. Perseroan juga merupakan anak perusahaan PT Elang Mahkota Tbk (EMTK), dimana EMTK menggenggam 61,8% saham SCMA.

Sementara EMTK adalah perusahaan yang bergerak di bidang investasi yang fokus pada usaha media, telekomunikasi, dan teknologi, serta memiliki antara lain 99% saham PT Omni Intivision (O Cahnnel) dan 50,1% saham AKI, rumah produksi yang banyak memproduksi film animasi dan kartun.

Sementara industri media di Indonesia tengah mengalami fase transformasi, ditandai oleh tren perubahan seperti semakin maraknya TV berbayar dan berjalannya program televisi penyiaran TV free-to-air oleh pemerintah yang akan beralih dari analog ke digital. "Semua perkembangan ini memerlukan bahan baku utama industri media yakni konten," ungkap managemen EMTK.

Oleh karena itu, EMTK bersama dengan SCMA menyadari kebutuhan primer ini dan berencana melakukan restrukturisasi organisasi dengan membentuk perusahaan IEG. Langkah ini diambil demi mensinergikan kapasitas produksi konten masing-masing dan bersiap untuk menyambut potensi pertumbuhan pasar konten yang lebih pesat.

IEG yang merupakan perusahaan baru dengan volume bisnis yang besar serta memiliki aset-aset strategis dipercaya akan mampu mencatatkan sahamnya di bursa dan menjaring investor-investor baru untuk menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham EMTK secara tidak langsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×