kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Emiten sektor ini bisa mendulang cuan besar saat harga minyak terperosok


Rabu, 22 April 2020 / 04:50 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah alat berat Komatsu milik United Tractors. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/18/09/2019


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dus, Stefanus merekomendasikan beli (buy) saham UNTR dengan target harga Rp 23.000.

Untuk diketahui, penyebaran virus Corona (Covid-19) membuat harga minyak dunia semakin merana. Bahkan, pada perdagangan Senin (20/4), harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) menyentuh harga minyak terendah sepanjang sejarah. Kemarin, harga minyak untuk pengiriman Mei anjlok ke level US$ -37,63 per barel.

Baca Juga: Harga minyak dunia turun, begini dampaknya pada kinerja Samindo Resources (MYOH)

Frederik menilai, anjloknya harga minyak mentah berkaitan dengan penuhnya tempat penyimpanan di Amerika Serikat (AS) sehingga Negeri Paman Sam tersebut harus melakukan dumping dengan cara menurunkan harga.

Melihat kondisi oversupply ini, Frederik menilai bila negara-negara OPEC+ tidak melakukan pemangkasan produksi maka harga minyak mentah akan terus tertekan di kisaran US$ 22 – US$ 26 per barel.

“Atau bahkan bisa lebih rendah lagi bila kondisi permintaan semakin memburuk,” tutup dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×