kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Emiten rental kendaraan optimistis kinerjanya kian moncer tahun ini


Senin, 20 Januari 2020 / 18:04 WIB
Emiten rental kendaraan optimistis kinerjanya kian moncer tahun ini
ILUSTRASI. Penumpang bersiap menggunakan bus layanan Jakarta Airport Connexion (JAConnexion).


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten yang bergerak di bidang jasa penyewaan kendaraan percaya diri bisnis rental kendaraan makin cerah pada tahun ini, salah satunya PT Blue Bird Tbk (BIRD).

Investor Relations PT Blue Bird Tbk Michael Tene mengatakan, bisnis mobil rental harian maupun rental kontrak dengan jangka panjang memiliki prospek yang lebih baik pada tahun ini.

“Tahun ini banyak korporasi mulai melakukan pengadaan untuk kendaraan operasional,” katanya.

Ia bilang, BIRD tengah membidik kontrak baru. Sayangnya, ia belum dapat menyebutkan detail target perolehan kontrak dan pertumbuhan kinerja dari lini bisnis ini. Yang jelas bisnis penyewaan kendaraan BIRD sejauh ini cukup solid.

Baca Juga: Blue Bird (BIRD) bakal tambah armada tahun ini

Dalam catatan Kontan.co.id, sampai Oktober 2019 BIRD memiliki 5.000 armada. “Penambahan armada rental akan mengikuti pertumbuhan permintaannya seperti apa dan berapa banyak kontrak baru yang bisa kami menangkan tahun ini,” tambah Michael.

Menyoal persaingan dalam bisnis rental, BIRD mengaku tak melihat banyak perubahan dalam peta persaingan. “Kami memiliki advantages dari sisi pelayanan maupun size armada,” tegasnya.

Sama halnya dengan BIRD, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membidik pertumbuhan pendapatan dari lini bisnis penyewaan kendaraan dapat tumbuh sebesar 10% pada 2020.

Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Prodjo Sunarjanto memproyeksi bisnis rental kendaraan pada tahun ini masih meningkat seiring dengan pasar yang terbilang besar.

Ia bilang, ada beberapa faktor pendorong bertumbuhnya bisnis rental kendaraan pada 2020.

Pertama, adanya potensi pertumbuhan ekonomi serta market yang masih besar. Kedua, semakin banyaknya perusahaan-perusahaan yang memutuskan untuk menyewa mobil ketimbang membeli demi efisiensi.

“Ditambah modernisasi perekonomian yang membuat kebutuhan penunjang operasional seperti kendaraan diserahkan kepada perusahaan penyewaan kendaraan seperti ASSA,” tuturnya pada Kontan Senin (20/1).

Guna mencapai target pertumbuhan 10% pada tahun ini, ASSA berencana untuk menambah sekitar 7.000 armada baru untuk bisnis penyewaan kendaraan.

Untuk itu, perusahaan harus menyiapkan belanja modal lebih dari Rp 1,2 triliun pada tahun ini yang salah satunya akan digunakan untuk membeli armada baru. Dalam catatan Kontan.co.id, sebagian sumber dana belanja modal tersebut berasal dari pinjaman perbankan.

Hingga September 2019, lini usaha jasa sewa kendaraan mobil masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan ASSA. ASSA mencatat lini usaha jasa sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool Rp 923 miliar atau sebesar 55% dari total Rp 1,67 triliun.

Sementara PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) masih irit bicara mengenai target pertumbuhan bisnis rental untuk tahun ini. Hanya saja, baru-baru ini anak usaha IMJS yaitu PT CSM Corporatama menerima kucuran dana segar sebesar US$ 175 juta melalui pinjaman sindikasi.

Baca Juga: Tambah 7.000 armada baru, Adi Sarana (ASSA) patok bisnis rental kendaraan tumbuh 10%

Wakil Direktur Utama Indomobil Multi Jasa Gunawan membenarkan anak usaha yang bergerak di bisnis penyedia sewa dan pengelolaan kendaraan yang menyasar korporasi dan instansi pemerintah ini mendapat pinjaman dengan tempo pengembalian selama 4 tahun. “Iya benar (perusahaan mendapat pinjaman dengan jangka pengembalian 4 tahun),” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×