Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) kembali membagikan dividen tunai setelah puasa selama satu periode buku pencatatan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (25/4), BRPT mendapatkan restu untuk membagikan dividen sebesar US$ 8,5 juta atau setara dengan 1,7% dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.
Adapun dividen tunai ini akan dibayarkan kepada pemegang saham BRPT yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham BRPT pada 7 Juli 2026 atau recording date pukul 16:00 WIB.
Baca Juga: Barito Pacific (BRPT) Bagi Dividen Lagi Setelah Vakum 1 Tahun, Segini Besarannya
Sebagai gambaran, BRPT membukukan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 489,80 juta di 2025. Ini melesat 767,16% secara tahunan dari US$ 56,48 juta.
RUPS Tahunan juga menyetujui sebesar US$ 1 juta dari laba tahun buku 2025 atau setara dengan 0,2% akan disisihkan oleh manajemen BRPT sebagai cadangan sesuai ketentuan Pasal 70 Ayat UUPT.
Sisanya sebesar US$ 480,3 juta atau setara dengan 98,1% dari raihan laba bersih akan dicatat sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha BRPT dan entitas anaknya.
Dengan jumlah saham tercatat di BEI sebanyak 93,7 miliar saham, maka estimasi dividen per saham BRPT mencapai US$ 0,0000907. Dengan asumsi kurs JISDOR di Rp 17.942 per dolar Amerika Serikat(AS), maka dividennya mencapai Rp 1,63 per saham.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan karakter dasar BRPT sejak dahulu adalah growth stock, bukan sebuah saham memberikan keuntungAn dari dividen alias dividend play.
“Investor institusi global maupun domestik melirik grup Barito bukan untuk mengincar dividen tahunannya, melainkan demi mengejar pertumbuhan aset dan capital gain dari ekspansi agresif,” katanya kepada Kontan, Kamis (25/6).
Nafan bilang investor tidak perlu kecewa dengan porsi dividen yang mini ini. Menurutnya, keputusan menahan 98,3% sisa laba bersih sebagai laba ditahan adalah langkah finansial yang sangat prudent dan tepat.
Baca Juga: Barito Pacific (BRPT) Tak Lagi Bergantung pada Petrokimia, Simak Prospek Sahamnya
Dia menyebut di tengah tingginya suku bunga acuan, pendanaan eksternal dari perbankan menjadi sangat mahal strategi BRPT menahan laba bersih membuat perusahaan punya modal yang kuat tanpa perlu menaik utang baru.
Untuk itu, Nafan merekomendasikan akumulasi beli BRPT dengan target harga di Rp 2.700. Pada akhir perdagangan Kamis (25/6), BRPT menguat 4,29% secara harian ke level 1.580 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














