kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Emiten migas menadah untung dari kenaikan harga minyak


Senin, 06 Januari 2020 / 22:21 WIB
ILUSTRASI. Elnusa mengambil alih LPG Amurang


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

Sedangkan, emiten lainnya yaitu PT Energi Mega Persada (ENGR) pun terus berupaya memacu kinerja operasionalnya. Dalam catatan Kontan, ENGR memiliki beberapa rencana pengembangan di aset migas. Salah satunya mengembangkan aset Malacca Strait yang mana perusahaan sedang mempersiapkan pengeboran di empat sumur.

Pada blok migas Malacca Strait, Riau, saat ini produksi rata-rata harian pada mencapai 2.095 barel minyak per hari, serta 3.69 juta kaki kubik gas per hari.

Baca Juga: Harga minyak mendidih seiring kondisi Timur Tengah yang memanas

Selain itu, ENRG berencana mengembangkan blok migas lainnya yang masih berada di Sumatra, yakni blok Tonga PSC yang berada di Sumatra Utara. Pada kuartal III 2019, produksi rata-rata harian yang dihasilkan oleh blok Tonga PSC sebanyak 221 barel minyak per hari.

Guna meningkatkan kapasitas, saat ini ENRG berencana melakukan pengeboran dua sumur eksplorasi di lapangan Tonga Barat Daya dan Tenggara dengan target pada semester awal tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×