kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,54   -7,05   -0.89%
  • EMAS940.000 0,64%
  • RD.SAHAM 0.78%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Emiten LQ45 turunkan capex, indikasi pasar kurang kondusif?


Kamis, 20 Februari 2020 / 22:00 WIB
Emiten LQ45 turunkan capex, indikasi pasar kurang kondusif?
ILUSTRASI. Beberapa emiten penghuni LQ45 mengalokasikan belanja modal yang lebih rendah tahun ini.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa emiten konstituen Indeks LQ45 mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang lebih rendah tahun ini. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) misalnya, tahun ini emiten perdagangan besar (wholesale trade) ini hanya mengalokasikan capex sebesar US$ 30 juta.

Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan alokasi capex tahun lalu yang mencapai US$ 70 miliar. Namun, Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu mengatakan penurunan capex ini karena salah satu proyek AKRA telah rampung tahun lalu. “Tahun lalu, untuk ekspansi Jakarta tank terminal berkapasitas 100 kiloliter. Proyek ini sudah selesai,” terang Suresh kepada Kontan.co.id.

AKRA akan menggunakan belanja modal tahun ini pengembangan infrastruktur logistik, BBM retail, dan kawasan industri.

Baca Juga: Alokasi capex Semen Baturaja (SMBR) turun 81%, ini penyebabnya

Selain AKRA, ada pula emiten LQ45 yang menurunkan capexnya tahun ini. Sebut saja PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang tahun ini mengalokasikan capex US$300 juta -US$500 juta dari sebelumnya US$ 600 juta. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengalokasikan capex Rp 2 triliun atau lebih rendah disbanding capex tahun lalu yang mencapai Rp 3 triliun. Entitas grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) juga menurunkan capexnya menjadi US$ 450 juta dari yang sebelumnya sekitar US$ 800 juta.

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, alokasi capex emiten big caps yang tahun ini dipasang lebih rendah bisa saja akibat emite-emiten tersebut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2020 belum sesuai ekspektasi. “Sehingga, strategi yang diharapkan adalah defensif saja,” terang Aria kepada Kontan.co.id, Kamis (20/2).

Baca Juga: Elnusa (ELSA) menyiapkan capex Rp 1,4 triliun dari kas internal dan obligasi

Kondisi global masih dipenuhi oleh sentimen penyebaran virus corona (Covid19). Merebaknya virus ini bahkan diramalkan mampu menggerus laju pertumbuhan ekonomi China yang berstatus sebagai salah satu raksasa ekonomi dunia.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×