Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ester Mulyani menambahkan, kenaikan volume penjualan, membaiknya harga CPO, dan efisiensi operasional mulai mendorong perbaikan kinerja pada kuartal II-2026.
Meski demikian, kenaikan biaya pupuk, fluktuasi harga CPO, dan lemahnya permintaan ekspor pada periode tertentu masih membayangi prospek industri.
Ester menilai AALI menjadi emiten dengan kinerja paling solid karena mampu meningkatkan margin keuntungan meski produksi menurun.
Baca Juga: Menilik Kinerja Emiten Sawit Kala Harga CPO Terus Menguat dan Rekomendasi Analis
Sementara itu, pertumbuhan laba LSIP dinilai tetap perlu dicermati karena turut ditopang keuntungan perubahan nilai wajar aset biologis dan pendapatan operasi lainnya.
Memasuki semester II-2026, David memperkirakan kinerja emiten sawit masih berpotensi membaik seiring datangnya puncak musim panen.
Namun, pasar tetap perlu memantau permintaan dari India dan China, perkembangan implementasi biodiesel B50, serta potensi El Nino yang diperkirakan meningkat pada akhir tahun.
Dari sisi rekomendasi, David menjagokan saham LSIP dan TAPG. Sementara Ester memberikan rekomendasi trading buy untuk AALI dengan target harga Rp 7.350-Rp 7.500 per saham, TAPG Rp 1.900-Rp 2.000, LSIP Rp 1.550-Rp 1.600, serta DSNG Rp 1.450-Rp 1.500 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
