kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Emas dan Euro Jadi Pilihan Utama Transaksi Valuta Asing, Ini Pemicunya


Rabu, 19 Juli 2023 / 18:31 WIB
Emas dan Euro Jadi Pilihan Utama Transaksi Valuta Asing, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Teller menghitung mata uang Euro di tempat penukaran uang (money Changer, PT. Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Minggu (7/2). Emas dan Euro Jadi Pilihan Utama Transaksi Valuta Asing, Ini Penyebabnya.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Emas dan Euro menjadi favorit dalam transaksi valuta asing (Valas). Ke depan, isu utama yang turut mempengaruhi pergerakan mata uang akan terfokus pada kelanjutan suku bunga The Fed antara mempertahankan atau menurunkan.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengamati bahwa emas (XAU), Euro (EUR), Japanese Yen (JPY) dan Swiss Franc (CHF) menjadi mata uang pilihan saat ini. Hal tersebut seiring dengan adanya masalah inflasi dan kondisi perekonomian global.

Emas dalam forex dikenal sebagai mata uang dipilih karena fluktuasinya begitu besar dan harganya juga gampang ditebak. Emas banyak ditransaksikan oleh spekulan dengan modal besar.

Baca Juga: Harga Obligasi Luar Negeri Turun, Bulan Lalu Investor Jepang Banyak Lepas Kepemilikan

EUR disukai karena fluktuasinya dinilai cukup stabil. Apalagi, Bank sentral Eropa (ECB) kemungkinan besar masih naikkan suku bunga untuk meredam inflasi, sehingga pergerakan harga mata uang ini terus mengalami fluktuasi yang gampang ditebak.

Sementara, Jepang dan Swiss perekonomiannya sedikit lebih stabil yang terlihat dari belum adanya langkah kenaikan suku bunga. Kedua bank negara ini masih mempertahankan suku bunga rendah sehingga membuat pelaku pasar sedikit lebih optimis terhadap JPY maupun CHF.

Menurut Ibrahim, transaksi emas dan EUR masih akan tetap menjadi pilihan teratas. Sebab, isu besar selanjutnya adalah mengenai keputusan lanjutan suku bunga The Fed.

Suku bunga AS yang diperkirakan sudah mencapai puncak, mungkin tidak menjadi isu utama lagi. Pasar mulai mencermati apakah The Fed akan mempertahankan suku bunga atau menurunkan suku bunga.

Baca Juga: Kebijakan Devisa Hasil Ekspor SDA Diharapkan Dapat Tekan Utang Luar Negeri Indonesia




TERBARU

[X]
×