kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Emas Berpotensi Melaju ke US$ 3.800, Begini Strategi Atur Portofolionya!


Selasa, 02 September 2025 / 18:38 WIB
Emas Berpotensi Melaju ke US$ 3.800, Begini Strategi Atur Portofolionya!
ILUSTRASI. Null


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emas diproyesikan masih akan berkilau hingga akhir tahun nanti. Sejak awal tahun hingga Agustus 2025, logam mulia ini berhasil mencatatkan imbal hasil tertinggi dibandingkan portofolio investasi lainnya seperti koin kripto Ethereum (ETH) dan obligasi.

Melansir Bloomberg, sejak awal tahun hingga Agustus 2025, ethereum (ETH) telah mencetak imbal hasil tertinggi sebesar 31,68%. Sementara mengacu CoinMarketCap pada Selasa (2/9/2025) pukul 17.00 wib harga ETH tercatat melemah 0,97% ke level US$ 4.397,79.

Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas emas. Di pasar spot, emas sudah mencatatkan imbal hasil 24,02% secara year to date (ytd) dan emas Antam mencetak return 21,23%. Mengacu Trading Economic Selasa (2/9/2025) pukul 17.00 harga emas menguat 0,13% ke level US$ 3.481,6 per ons troi.

Sedangkan, per Agustus, obligasi pemerintah telah mencatat return 19,12%.

Baca Juga: Ethereum, Emas, dan Obligasi Jadi Primadona Investasi Hingga Agustus 2025

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mencermati, saat ini aset-aset yang memimpin return masih tetap prospektif hingga akhir tahun. Ia masih menjagokan emas ketimbang aset lainnya.

“Sebab emas adalah aset dengan wujud fisik atau tangible, serta telah teruji dan diandalkan ribuan tahun,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (2/9/2025).

Menurut perhitungannya, di akhir tahun nanti, emas masih mungkin bergerak di kisaran US$ 3.700 - US$ 3.800.

Sementara itu, return obligasi pemerintah juga diperkirakan masih akan naik. Namun, Lukman menilai kinerjanya tak terlalu solid.

“Mengingat obligasi sangat tergantung pada banyak faktor, baik internal maupun eksternal, nilai dolar, dan perekonomian domestik,” imbuh Lukman.

Baca Juga: Emas Cetak Rekor, Harga Saham Emiten Emas Terbang

Ia menuturkan, alokasi aset dapat disesuaikan pada karakter investor. Menurut Lukman, porsi emas dalam portofolio saat ini baiknya relatif jauh lebih tinggi daripada normal.

Dengan demikian, ia merekomendasikan agar portofolio saat ini dialokasikan sekitar 35%–45% pada aset berisiko seperti saham, 20%–30% pada emas, 10%–20% pada obligasi, serta sekitar 5% pada aset kripto blue-chip

“Selain itu, bisa alokasikan di beragam mata uang, properti, dan lainnya,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×