kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.914   44,00   0,25%
  • IDX 5.659   -161,77   -2,78%
  • KOMPAS100 730   -21,77   -2,89%
  • LQ45 557   -16,02   -2,80%
  • ISSI 196   -5,12   -2,54%
  • IDX30 317   -8,42   -2,59%
  • IDXHIDIV20 392   -9,16   -2,28%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 107   -1,85   -1,71%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Ekspor terbang, harga CPO melambung


Senin, 21 Maret 2016 / 16:45 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Laporan ekspor Malaysia dan proyeksi minimnya produksi di sepanjang tahun 2016 ini menjadi suntikan tenaga bagi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk terbang tinggi. Harga CPO bahkan sudah menyentuh level tertingginya dalam dua terakhir.

Mengutip Bloomberg, Senin (21/3) pukul 15.25 WIB harga CPO kontrak pengiriman Juni 2016 di Malaysia Derivative Exchange terangkat 0,52% ke level RM 2.693 per metrik ton atau setara US$ 663,46 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Bahkan dalam sepekan terakhir harga sudah terbang 4,01%.

Ariston Tjendra, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menuturkan penguatan ini secara langsung ditopang oleh laporan kenaikan ekspor Malaysia. Menurut Intertek Testing Services, ekspor Malaysia periode 1 – 20 Februari 2016 naik sebanyak 19,8% menjadi 712.954 ton dibanding periode yang sama di bulan sebelumnya.

“Jelas ini sokongan yang positif bagi pergerakan harga apalagi level harga minyak WTI pun sedang terangkat,” kata Ariston. Meski harga minyak WTI tengah koreksi, tapi level harga sudah jauh di atas level US$ 35 per barel. Itu merupakan satu indikasi positif akan membaiknya pergerakan harga minyak mentah dunia.

Sementara di sisi lain, pasokan pun diduga masih kering. Sebut saja menurut prediksi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) produksi Indonesia Februari 2016 hanya akan 2,04 juta ton atau lebih rendah dibanding Januari 2016 yang mencapai 2,99 juta ton.

"Tidak heran jika harga terus bergerak dalam tren bullish," kata Ariston

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×