kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ekspektasi pasar terhadap hasil positif FOMC dorong penguatan USD/JPY


Selasa, 28 Januari 2020 / 17:00 WIB
Ekspektasi pasar terhadap hasil positif FOMC dorong penguatan USD/JPY
ILUSTRASI. Kurs dolar AS dan yen Jepang.

Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspektasi pasar terhadap hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yanga akan digelar Rabu (29/1) waktu setempat mendorong penguatan pasangan mata uang USD/JPY.

Melansir Bloomberg, pergerakan USD/JPY tercatat berada di level 108,80 pada perdagangan Selasa (28/1). Meskipun terdepresiasi moderat, Analis Monex PT Monex Investindo Futures Faisyal memprediksi USD/JPY akan menguat pada perdagangan Rabu (29/1).

Menurut Faisyal sentimen positif yang mendorong penguatan USD/JPY adalah ekspektasi pasar terhadap hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan berlangsung pada Rabu (29/1) waktu setempat.

Baca Juga: Menanti arah Bank Sentral Jepang, pasangan USD/JPY diprediksi sideways

Sementara, proyeksi investor terhadap rapat dua hari ini, FOMC masih tidak akan memangkas suku bunga. AS masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 1,75%. Tindakan tersebut mengindikasikan optimisme perekonomian AS.

Apalagi, pasar memproyeksi indeks kepercayaan konsumen atau consumer confidence AS akan meningkat dari sebelumnya.

“Ditambah jika data consumer confidence estimasi lebih bagus jika benar maka USD/JPY pasti akan bergerak naik,” terang Faisyal kepada Kontan.co.id Selasa (28/1).

Pasar juga berekspektasi The Fed tidak akan bertindak seagresif tahun lalu, di mana dalam tiga bulan terakhir mereka memangkas suku bunga hingga tiga kali.

Selain penguatan pasar AS, pesimisme perekonomian Jepang turut mendorong apresiasi USD/JPY. 

Pasalnya, pagi ini Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura memperingatkan dampak virus corona China terhadap perekonomian Jepang.

Dalam situasi penyebaran virus corona seperti ini, Nishimura mengkhawatirkan kegiatan ekspor, hasil produksi, dan keuntungan perusahaan Jepang akan turun.

China merupakan tujuan ekspor terbesar kedua Jepang serta salah satu kontributor terbesar jumlah wisatawan asing ke Negeri Sakura. China mengambil 30% porsi wisatawan asing yang mengunjungi Jepang.

“Pernyataan Menteri Ekonomi Jepang memicu pelemahan mata uang yen,” tandasnya.

Baca Juga: Konflik AS-Iran mereda, USD/JPY lanjut terapresiasi

Secara teknikal, pasangan USD/JPY sudah berada di atas MA100 dan MA200 untuk harian. Indikator MACD berada di level 0,655 dan RSI 44,29. Sedangkan indikator stochastic menunjukkan rebound dari area jenuh jual mengindikasikan USD/JPY masih berpotensi untuk bergerak naik.

Faisyal merekomendasikan untuk beli ketika jatuh pada perdagangan besok dengan level support 107,70; 108,30; 108,70 sementara untuk level resisten 109,30; 109,70; 110,30.




TERBARU

Close [X]
×