kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45930,04   5,70   0.62%
  • EMAS1.120.000 -0,36%
  • RD.SAHAM 0.09%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekspansi Bisnis Nikel & Mineral, SGER Siap Bawa Anak Usaha IPO Tahun ini


Rabu, 27 September 2023 / 20:16 WIB
Ekspansi Bisnis Nikel & Mineral, SGER Siap Bawa Anak Usaha IPO Tahun ini
ILUSTRASI. Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (6/2). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/06/02/2018


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) membentangkan sayap bisnis ke segmen nikel dan mineral lainnya. Guna menggenjot ekspansi ini, SGER sedang bersiap membawa anak usahanya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.

Anak usaha SGER yang akan dilepas ke pasar saham adalah PT Sumber Mineral Global Abadi (SMGA). Business Development Head Sumber Global Energy Julius Edy Wibowo mengungkapkan secara internal, SGER menargetkan penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) SMGA bisa tuntas pada 30 November 2023.

Dalam IPO SMGA ini, SGER membidik dana segar sekitar Rp 200 miliar.

"SMGA sudah on the way persiapan untuk IPO. Target realisasi tahun ini, sekitar akhir November, untuk pengembangan trading usaha kami," ungkap Julius dalam public expose insidentil yang digelar secara virtual, Rabu (27/9).

Baca Juga: Mutuagung (MUTU) Siap Manfaatkan Potensi Bisnis dari Sertifikasi Bursa Karbon

Merujuk laporan tahunan 2022, PT Sumber Mineral Global Abadi bergerak di bidang usaha perdagangan yang 90% sahamnya dimiliki oleh SGER. Melalui SMGA, SGER memiliki kepemilikan tidak langsung pada sejumlah perusahaan di bidang pertambangan dan perdagangan minyak.

Entitas anak usaha SMGA tersebut meliputi PT Suryamica (pertambangan), PT Asia Mulia Power (pertambangan), PT Jasatama Mandiri Sukses (pertambangan batu kabur), dan PT Patra Sejahtera Perkasa (perdagangan minyak). 

Melalui entitas usaha SMGA, SGER sedang menjajaki peluang bisnis pengolahan mineral pasir silika dan pasir besi untuk kebutuhan pasar lokal dan ekspor. Di samping itu, Julius mengatakan pertambangan batu gamping (limestone) ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2024. 

"Ada beberapa pengembangan processing plant yang harus kami bangun. Juga untuk pasir besi yang sekarang sudah dalam persiapan final untuk bisa up and running di akhir tahun ini," terang Julius.

Julius melanjutkan, SGER berencana meningkatkan penjualan domestik untuk nikel, mineral non-logam dan batubara melalui anak usaha SMGA. Adapun, SGER mencatat penjualan nikel mencapai sekitar 100.000 ton sepanjang tahun berjalan ini.

Hingga semester I-2023, penjualan batubara memang masih mendominasi secara signifikan pendapatan SGER. Kontribusi dari penjualan batubara mencapai Rp 6 triliun atau 99,5% dari total pendapatan bersih SGER. Sedangkan penjualan nikel baru menyumbang sebesar Rp 28,82 miliar.

Baca Juga: Dua Anak Usaha Golden Energy (GEMS) Dapat Kucuran Pinjaman dari Bank BRI (BBRI)

Dalam periode separuh pertama 2023, SGER membukukan lonjakan kinerja yang cukup signifikan. Pendapatan bersih SGER melejit 69,86% secara tahunan menjadi Rp 6,03 triliun. SGER meraih laba bersih sebesar Rp 611,65 miliar atau meningkat 28,45% dibandingkan capaian semester I-2022.

Harga saham SGER juga melaju kencang. Jika dihitung sejak awal tahun 2023 (year to date), harga saham SGER sudah melejit 233,85%. Pada perdagangan Rabu (27/9), SGER ditutup turun 3,12% ke posisi Rp 2.170 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Negotiation For Everyone Developing Policies and Procedures for Banks

[X]
×