kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekonomi stabil, ramai-ramai stock split


Selasa, 11 Juli 2017 / 22:59 WIB
Ekonomi stabil, ramai-ramai stock split


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

Stabilnya makro ekonomi berimbas pada pasar modal. "Iklim investasi di pasar modal menjadi lebih kondusif," ujar nafan kepada KONTAN, Selasa (11/7).

Kondusifnya iklim investasi dimanfaatkan oleh para peluang dengan sejumlah aksi korporasi, salah satunya stock split. Pasalnya, dengan stock split, sebuah saham bisa menjadi lebih likuid. Likuidnya saham bisa membuat emiten menjadi lebih mudah mencari sumber pendanaan baru melalui pasar modal di masa mendatang misalnya.

Bukan hanya bagi emiten, stock split tentunya juga memberikan keuntungan bagi para investor. Stock split perlu dilakukan jika harga saham dinilai sudah terlalu mahal. Apalagi, jika saham itu menjadi saham yang difavoritkan oleh para investor ritel.

Dengan harga saham yang lebih murah, akan semakin banyak investor ritel yang masuk ke saham tersebut. "Kebijakan stock split yang dijalankan emiten ini nanti bisa memberikan stimulus kenaikan transaksi," imbuh Nafan.

Namun, analis First Asia David Sutyanto menambahkan, ramainya aksi korporasi stock split juga tak lepas dari tenggat waktu free float minimal 7,5% yang hampir habis. Hal ini sejalan dengan agenda Bursa efek Indonesia (BEI) untuk terus meningkatkan likuiditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×