kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ekonomi melemah, bursa Asia malah kian semangat


Kamis, 14 Agustus 2014 / 12:42 WIB
Ekonomi melemah, bursa Asia malah kian semangat
ILUSTRASI. Promo Guardian Super Hemat Periode 2-15 Maret 2023.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Pada transaksi siang (14/8), bursa Asia masih tampak bersemangat. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 13.41 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3%. Sementara itu, indeks Topix Jepang naik 0,6%, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,7%, dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%.

Bursa Asia mendaki di tengah spekulasi bahwa penentu kebijakan global tidak akan memangkas nilai stimulus mereka setelah data ekonomi yang dirilis melemah. Asal tahu saja, tingkat penjualan ritel di AS tak banyak mencatatkan perubahan pada JUli. Kondisi itu meredakan kecemasan pelaku pasar bahwa the Federal Reserve akan mempercepat kebijakannya untuk menaikkan suku bunga acuan.

Selain itu, Barclays Plc dan Australia & New Zealand Banking Group Ltd menilai China akan mengambil kebijakan baru untuk mengerek pertumbuhan setelah ekspansi kredit dan penjualan rumah di Negeri Panda tersebut anjlok.

Dari Korea Selatan, bank sentral memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Ini merupakan penurunan pertama sejak lebih dari setahun terakhir. Sejumlah analis juga memprediksi, pertumbuhan ekonomi di Eropa akan melambat pada kuartal kedua.

"Meskipun the Fed sudah mengubah arah pembicaraan mereka tentang suku bunga, sepertinya kenaikan suku bunga AS masih berupa wacana," jelas Donald Williams, chief investment officer Platypus Asset Management Ltd dari Sydney. Dia menambahkan, selama suku bunga masih rendah, permintaan saham masih akan bagus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×