kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45704,52   6,79   0.97%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ekonom Bank Permata: Investor mendapat empat keuntungan berinvestasi SR012


Selasa, 18 Februari 2020 / 03:30 WIB
Ekonom Bank Permata: Investor mendapat empat keuntungan berinvestasi SR012

Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah penerbitan obligasi ritel pertama tahun ini, pemerintah berencana menerbitkan obligasi ritel kedua yakni sukuk ritel (SR) seri SR012 pada 24 Februari mendatang. Penerbitan sukuk oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bertujuan untuk memenuhi target pembiayaan APBN 2020.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, prospek penerbitan SR012 akan sangat positif dan menguntungkan bagi investor. Sedikitnya ada empat keuntungan yang didapat investor jika membeli instrumen investasi ini.

Pertama, investasi para nasabah akan terjamin. Pasalnya, pembayaran pokok dan imbalan SR012 dijamin penuh oleh negara berdasarkan UU No. 19 tahun 2008 tentang surat berharga syariah negara (SBSN). “Selain karena dijamin oleh pemerintah, investasi sukuk telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia,” terangnya pada Kontan.co.id, Senin (17/2).

Baca Juga: Sukuk ritel (sukri) seri SR012 segera dijual, bagaimana prospeknya?

Kedua, investasi cenderung optimal mengingat imbalan tetap yang dibayarkan tiap bulan. Berkaca dari seri sebelumnya, SR011 memberikan tingkat imbalan tetap dengan kupon sebesar 8,05% per tahun. Namun, untuk penawaran kali ini Josua memprediksi kupon SR012 akan berada di kisaran 6,25% hingga 6,75% dan akan tetap menarik bagi investor ritel.

Ketiga, potensi capital gain serta pajak yang rendah. Karakteristik SR012 yang menarik adalah bersifat dapat diperdagangkan (tradeable). SR012 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati holding period. Apalagi, di pasar sekunder instrumen ini juga bisa dimiliki oleh investor institusi domestik. Selain itu, pajak dari obligasi ritel yang lebih rendah yakni 15% dibandingkan deposito 20% turut menjadi keuntungan bagi investor.

Keuntungan keempat, menurut Josua adalah modal awal investasi yang tidak terlalu mahal. Investor dapat melakukan pemesanan dengan nominal mulai dari Rp 1 juta.
“investasi awal terjangkau sehingga sangat cocok bagi investor pemula,” terangnya.

Baca Juga: Pemerintah akan terbitkan diaspora bond untuk ritel pada semester II 2020

Secara umum, berinvestasi di produk obligasi pemerintah cenderung aman dan stabil di tengah gejolak di pasar keuangan global saat ini yang masih diliputi ketidakpastian. Porsi SBSN terhadap SBN yang meningkat terus dan saat ini berada di kisaran 18% menunjukkan bahwa produk SBSN semakin likuid dari tahun ke tahun.

Josua menambahkan penerbitan SR012 oleh pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat mengingat seri ini merupakan instrumen pembiayaan dan investasi bagi pembangunan negeri.

“Penerbitan obligasi pemerintah berfungsi sebagai diversifikasi sumber pembiayaan APBN, perluasan basis investor domestik, pengembangan pasar keuangan syariah, dan penyedia instrumen investasi dan likuiditas berbasis syariah,” pungkas Josua.




TERBARU

Close [X]
×