Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan faktor visibilitas menjadi kunci agar indeks Kompas100 semakin dilirik investor dan pelaku pasar.
Direktur BEI Iding Pardi mengatakan keberhasilan sebuah indeks sangat ditentukan oleh seberapa luas indeks tersebut digunakan sebagai acuan investasi.
"Kalau bicara indeks harus kelihatan. Di samping metodologi, konstituennya harus bisa dijadikan benchmark. Investor juga harus melihat Indeks Kompas100 ini," kata Iding dalam acara Kompas100 Rebalancing Breakfast di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Selain itu, Iding meminta emiten konstituen Indeks Kompas100 untuk lebih aktif menunjukkan kinerja, meningkatkan keterbukaan informasi, dan memperluas basis investor agar lebih dilirik pasar.
Baca Juga: Teladan Prima Agro (TLDN) Bagikan Dividen Interim Rp 258,9 Miliar, Berikut Jadwalnya
"Emiten harus lebih visible terhadap investor. Kami roadshow, Bapak, Ibu juga melakukan roadshow, memperkenalkan perusahaannya kepada investor atau calon investor untuk lebih menarik lagi investor yang bisa berinvestasi ke saham Bapak, Ibu semua," ucap Iding.
Iding juga menambahkan, BEI tengah merancang program bernama Value Indonesian Program (VIP) untuk membantu memasarkan emiten-emiten yang secara fundamental sebenarnya berkualitas, namun kurang terlihat oleh investor.
"Kita sedang merancang bagaimana memasarkan emiten-emiten kita yang secara kualitas sebenarnya bagus tetapi tidak kelihatan, kurang visible. Itu kami sedang rancang dengan konsultan untuk memberikan visibilitas yang lebih baik buat investor," ujar Iding.
Dalam kesempatan yang sama, CEO KG Media, Andy Budiman menyampaikan acara CEO Rebalancing Breakfast merupakan titik awal untuk mengembangkan Indeks Kompas100, yang semula hanya berupa indeks, menjadi sebuah ekosistem yang lebih luas.
"Jadi ada indeks, ada insights, ada interaksi. Rebalancing Breakfast ini contohnya adalah kita mempertemukan Pak Iding sebagai mewakili PT Bursa Efek Indonesia dengan para emiten Kompas100 untuk diskusi hangat," terang Andy.
Baca Juga: DOOH Siapkan Aksi Korporasi Rp2 Triliun, Ini Dampaknya Menurut Analis
Andy juga bilang, forum ini memang digelar dalam skala terbatas agar diskusi bisa berlangsung lebih intens dan terbuka antara pihak BEI dengan para emiten konstituen Kompas100. Dari hasil diskusi, Andy berpendapat forum ini berhasil menghadirkan interaksi yang hangat antara kedua belah pihak.
Andy memaparkan bahwa pihak BEI juga telah mengumumkan sejumlah langkah yang ditempuh untuk menjadi lebih profesional, transparan, dan diharapkan terus bertumbuh ke depan. Di sisi lain, para emiten turut memberikan masukan dari sudut pandang mereka sebagai pelaku usaha yang tercatat di bursa.
Baca Juga: Rupiah Terancam Melemah ke Rp18.200, 5 Indikator Ini Jadi Kunci
"Itulah yang tadi yang kita inginkan, interaksi itu bisa terjadi dengan hangat di Rebalancing Breakfast ini," ucap Andy.
Head of Corporate Communication PT Barito Pacific Tbk (BRPT), Angelin Sumendap menuturkan forum tersebut sangat positif karena membuat diskusi antara emiten, pemangku kepentingan itu semakin sering terjadi.
"Banyak hal yang bisa didapat, bertukar informasi ataupun mendapatkan informasi dan insight yang berguna," tutur Angelin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














