kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

EBA SP milik SMF diprediksi beri kupon menarik


Senin, 20 Januari 2014 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Ayam Kacang Mete (Dok/Inquiring Chef)


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Efek beragun aset surat partisipasi atau EBA-SP bisa menjadi instrumen menarik bagi investor. Desmon Silitonga, analis Millenium Danatama Asset Management memperkirakan instrumen ini bisa memberikan kupon sekitar 8,5% hingga 9,5% per tahun kepada investor.

Prediksi tersebut memperhitungkan tenor EBA-SP yang akan diterbitkan sekitar 5 tahun hingga 7 tahun. "Dengan peringkat yang dimiliki saat ini, kupon akan diberikan dikisaran 8,5% hingga 9,5%," ujar Desmon kepada Kontan, Jakarta, Senin (20/1).  Peringkat yang dimaksud merupakan peringkat kontrak investasi kolektif (KIK) EBA berisi sekuritisasi KPR Bank Tabungan Negara (BTN) yang memiliki peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Menurut Desmon, peringkat yang sudah termasuk investment grade tersebut akan menjadi daya tarik bagi investor untuk masuk ke EBA-SP. Sebab, risiko instrumen tersebut relatif rendah.

Selain itu, tren inflasi tahun ini diperkirakan akan mengalami penurunan sehingga harga EBA-SP berpotensi mengalami kenaikan. Dengan demikian, investor bisa menggenggam keuntungan dari instrumen tersebut.

"EBA SP ini merupakan instrumen surat utang yang cukup spesifik sehingga potensi pasarnya masih menjanjikan dan terbuka sebagai instrumen investasi altenatif," kata Desmon.

Kendati demikian, instrumen ini memiliki tantangan dari tren suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate yang tinggi. Kenaikan BI rate akan berpengaruh terhadap aset dasar EBA-SP yang berupa sekuritisasi KPR. "Sebab kenaikan suku bunga sangat mempengaruhi adanya tekanan pada naiknya NPL (net performing loan). Sehingga nantinya bisa mempengaruhi kualitas aset yang disekuritisasi," papar Desmon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×