kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Eagle High Plantations bakal bangun pabrik kelapa sawit ke-10 di Kaltim


Kamis, 31 Mei 2018 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. RUPS PT Eagle High Plantations Tbk


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) berencana membangun pabrik kelapa sawit (PKS) baru di Kalimantan Timur. Pabrik ke-10 ini bakal memiliki kapasitas olah 60 ton per jam dan akan mulai dibangun pada kuartal IV-2018.

"Rencana pembangunan pabrik kelapa sawit ini sebagai langkah perusahaan untuk mengolah tandan buah segar (TBS) dari kebun inti dan plasma perusahaan
seiring dengan bertambahnya tanaman menghasilkan memasuki usia prima pada dua tahun mendatang," kata Nicolaas B Tirtadinata, Direktur
Utama PT Eagle High Plantations Tbk, usai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Sampoerna Startegic (31/5).

Disamping membangun pabrik baru, BWPT juga berencana membangun bulking station di Kalimantan Timur. Bulking station ini rencananya memiliki kapasitas simpan sebesar 4.000 metrik ton.

Guna mewujudkan pembangunan pabrik baru ini, BWPT telah menyiapkan anggaran Rp 280 miliar. Harapannya pabrik tersebut bisa beroperasi komersial pada tahun 2020.

Pada tahun ini, PT Eagle High Plantations juga tengah menyelesaikan pabrik ke sembilan yang dibangun di Papua. Pabrik ini yang terletak di kabupaten Keerom ini memiliki kapasitas produksi sebesar 45 ton per jam yang bisa ditingkatkan hingga 90 ton per jam. Adapun pabrik ini diperkirakan bakal mulai beroperasi pada September mendatang.

Saat ini, perusahaan telah memiliki delapan PKS yang berlokasi di Kalimantan dengan total kapasitas produksi sebesar 2,5 juta ton per tahun. Jika PKS di Papua telah beroperasi pada September ini, maka total kapasitas produksi akan bertambah menjadi 2,85 juta ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×