kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Duta Pertiwi (DUTI) Raup Laba Bersih Rp 747,55 Miliar Pada 2022


Jumat, 17 Maret 2023 / 14:00 WIB
Duta Pertiwi (DUTI) Raup Laba Bersih Rp 747,55 Miliar Pada 2022
ILUSTRASI. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan laba bersih sebesar Rp 747,55 miliar pada 2022.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), entitas anak PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan anggota kelompok pengembang terkemuka Sinar Mas Land  berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 747,55 miliar pada 2022, atau tumbuh 13,28% dari realisasi pada tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 659,89 miliar.

Pencapaian positif ini tidak lepas dari pertumbuhan kinerja pendapatan usaha DUTI sepanjang 2022 sebesar 38,54% menjadi Rp 3,02 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,18 triliun. 

Pendapatan usaha tersebut bersumber dari segmen-segmen usaha yang dimiliki seperti segmen penjualan tanah, rumah tinggal, ruko dan strata title, segmen sewa, segmen hotel, dan segmen lain-lain.

Baca Juga: Minat Konsumen Rumah Tapak di BSD City Naik, Sinar Mas Land Buka Residensial Baru

Teky Mailoa, Direktur Utama PT Duta Pertiwi Tbk menyatakan, kesuksesan ini berkat implementasi strategi yang berfokus pada peningkatan penjualan melalui proyek-proyek yang sedang berjalan dan mengembangkan produk-produk baru yang inovatif sesuai dengan kebutuhan konsumen. DUTI juga aktif mencari peluang baru melalui aksi korporasi untuk menciptakan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Sepanjang tahun 2022, segmen penjualan tanah, rumah tinggal, ruko dan stata title menjadi segmen dengan kontribusi tertinggi. 

Hingga akhir 2022, segmen ini membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,25 triliun, tumbuh 40,17% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,60 triliun. Angka tersebut setara kontribusi 74,49% terhadap pendapatan secara konsolidasi DUTI.

Segmen sewa menjadi kontribusi pendapatan terbesar kedua dengan pencapaian Rp 614,87 miliar, tumbuh
38,22% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 444,85 miliar. Pencapaian tersebut setara kontribusi sebesar 20,38% terhadap pendapatan secara konsolidasi perusahaan.

Segmen hotel juga mengalami pemulihan yang signifikan, tumbuh sebesar 78,97% menjadi Rp 18,84 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 10,53 miliar. Segmen lain-lain juga mencatat pertumbuhan positif dengan pendapatan sebesar Rp 135,81 miliar, mencerminkan pertumbuhan sebesar 14,16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kinerja pendapatan usaha sebesar 38,54% yang lebih besar ketimbang beban pokok penjualan
yang tumbuh 29,93% membuat laba kotor DUTI tumbuh 43,79% menjadi Rp 1,94 triliun pada akhir tahun 2022. DUTI membukukan laba kotor sebesar Rp 1,94 triliun dibandingkan pencapaian tahun 2021 sebesar Rp 1,35 triliun.

Kinerja positif kinerja laba DUTI berlanjut pada laba usaha yang tumbuh 57,30% menjadi Rp 979,50 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 622,71 miliar.

Baca Juga: Sinar Mas Land Siapkan Ekosistem untuk The Next Wave of Proptech di Indonesia

Teky menegaskan, selain fokus pada penjualan, manajemen DUTI juga mengontrol pertumbuhan biaya dengan
hati-hati. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk menjaga margin pertumbuhan yang berkelanjutan, melainkan juga sebagai bagian dari mitigasi risiko dalam pengelolaan bisnis pasca pandemi.

Sepanjang tahun 2022, DUTI mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 848,35 miliar, tumbuh 16% (yoy) dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp 731,32 miliar. Laba tahun berjalan DUTI pada 2022 tercatat sebesar Rp 846,70 miliar, tumbuh 15,89% dibandingkan dengan pencapaian tahun 2021 sebesar Rp730,11 miliar.

“Kami yakin bahwa prospek properti pada tahun 2023 akan positif dan akan terus berinovasi dengan meluncurkan produk-produk baru yang diminati oleh konsumen baik dalam segmen residensial maupun komersial," ujar Teky dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/3).

Dia menambahkan, keyakinan ini didukung oleh cadangan lahan yang dimiliki DUTI seluas 1.273 hektar yang tersebar di lokasi-lokasi strategis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×