kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Duh! Harga emas tumbang lagi


Jumat, 14 Juni 2013 / 07:26 WIB
ILUSTRASI. Ada promo Buy 1 Get 1 Free dari Starbuck khusus di bulan Januari 2022 ini (dok/Starbucks)


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Harga emas dan perak kembali tumbang 1% setelah Amerika Serikat (AS) melaporkan adanya program khusus untuk pengurangan pengangguran yang juga berhasil mengurangi tekanan kepada Federal Reserve.

Emas berjangka pengiriman Agustus turun US$ 14,20 dan ada di posisi US$ 1.377,80 per ounce pada pukul 1:38 di Comex di New York. Sementara itu, perak pengiriman bulan Juli turun 21,3 sen menjadi US$ 21,583 per ounce di Comex. Harga perak  ini telah tumbang 29% persen sejak awal tahun.

Pengangguran AS turun menjadi 334.000 dari semula 346.000 orang sebelumnya. Begitu juga kinerja penjualan ritel AS bulan Mei yang naik di luar perkiraan. “Angka pengangguran memberikan dukungan bagi Fed memperlambat laju stimulus," kata Frank McGhee, head dealer dari Integrated Brokerage Services LLC di Chicago seperti yang diberitakan Bloomberg.

Sejak awal tahun ini, harga emas terpangkas 18% sejak awal tahun. "Sentimen emas keseluruhan masih bearish,” tambah McGhee. Di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman Juli merosot 2,4% menjadi US$ 1.447,10 per ounce, penurunan terbesar sejak 1 Mei. Perdagangan 67% lebih tinggi dari rata-rata 100 hari. Palladium berjangka untuk pengiriman September jatuh 3,4% menjadi US$ 731,05 per ounce, penurunan terbesar sejak 15 April.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×