kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.854   11,00   0,07%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Duh, anjloknya harga minyak bikin harga komoditas lain ikut rontok


Senin, 09 Maret 2020 / 20:23 WIB
Duh, anjloknya harga minyak bikin harga komoditas lain ikut rontok
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak dunia. Harga minyak kembali anjlok dan menyeret harga komoditas lain ikut turun. REUTERS/Darrin Zammit Lupi/File Photo


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Tendi Mahadi

"Harga minyak yang jatuh mempengaruhi pasar saham dan obligasi juga jatuh sehingga dampaknya merembet ke emiten berbasis komoditas serta komoditas itu sendiri," kata Ibrahim. 

Sementara, Ady Pangestus Analis HFX Berjangka mengatakan saat ini pelaku pasar memang terlihat khawatir karena distribusi barang dan jasa terganggu. Akibatnya, pasokan komoditas berlebih karena sikap khawatir pelaku pasar yang akhirnya membuat harga komoditas rontok. 

Baca Juga: Bank ikut menakar imbas penurunan harga minyak

Kunci dari kenaikan harga komoditas saat ini menurut Ibrahim adalah kembali pulihnya harga minyak dan virus korona yang mereda. Hingga pekan depan Ibrahim memproyeksikan harga minyak berada di rentang US$ 26,80 per barel-US$ 34,20 per barel. Sementara di akhir tahun harga minyak berpotensi capai US$ 40 per barel. 

Senada, Ady juga mengaatakan prospek harga komoditas ke depan bergantung pada perkembangan virus korona dan kaitannya terhadap aktivitas rantai distribusi. 

Namun, di satu sisi, Ady melihat saat ini komoditas aset safe haven seperti emas dan perak harganya sudah menguat cukup tinggi. Ady memproyeksikan kenaikan harga komoditas safe haven memungkinkan pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungannya dan beralih mengoleksi komoditas dengan harga yang sedang murah seperti minyak dan gas alam. 

Baca Juga: Ditekan corona, Sri Mulyani akui APBN terancam defisit 2,5%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×