kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45959,76   16,42   1.74%
  • EMAS945.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dua Emiten Baru Tercatat di Awal 2022, Masih Ada 30 Perusahaan Antre IPO


Sabtu, 15 Januari 2022 / 15:00 WIB
Dua Emiten Baru Tercatat di Awal 2022, Masih Ada 30 Perusahaan Antre IPO

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di awal tahun 2022 sampai dengan Jumat (14/1), dua emiten baru telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total nilai emisi Rp 723 miliar. 
Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menyebutkan, masih ada 30 perusahaan dalam antrean initial public offering (IPO).

"Dari 30 perusahaan tersebut, sebanyak empat perusahaan termasuk aset skala kecil, 14 perusahaan masuk aset skala menengah, dan 12 perusahaan merupakan aset skala besar," kata Nyoman kepada sejumlah wartawan melalui pesan singkat, Jumat (14/1).

Berdasarkan POJK 53/POJK.04/2017 tanggal 19 Juli 2017, perusahaan dengan skala kecil adalah yang memiliki aset tidak lebih dari Rp 50 miliar, sedangkan perusahaan skala menengah memiliki aset lebih dari Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar, dan perusahaan aset skala besar memiliki aset di atas Rp 250 miliar.

Baca Juga: Hajatan IPO Anak Usaha Adi Sarana Armada, Diundur

Kemudian, secara sektoral, perusahaan dari sektor Barang Konsumsi Non-Primer mendominasi pipeline tersebut, yakni sebanyak 9 perusahaan. Kemudian, 4 perusahaan berasal dari sektor Pperindustrian, 4 Barang Konsumsi Primer, dan 4 Teknologi.

Lalu, 3 perusahaan termasuk dalam sektor Properti dan Real Estate, 2 Energi, dan 2 Infrastruktur. Selanjutnya, sisa 1 perusahaan dari sektor Kesehatan dan 1 Keuangan.

Nyoman yakin, berbagai terobosan baru di pasar modal memberikan pintu yang lebih luas bagi perusahaan dari berbagai sektor untuk tercatat di Papan Utama atau Papan Pengembangan. Contohnya, penerapan Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM) untuk IPO dan adanya perubahaan peraturan Bursa No I-A.

"Kami optimistis inisiatif ini dapat disambut dengan baik khususnya oleh perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia yang sedang berkembang pesat," ucap Nyoman.

Terkait dengan nama calon perusahaan tercatat, BEI belum dapat menyampaikan informasinya secara detil sampai dengan adanya izin publikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagaimana diatur dalam POJK Nomor X.A.2.

Selanjutnya: Tangkal Omicron, IDI Minta Pintu Masuk Kedatangan Internasional Diperketat

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×