kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Dow Jones turun 1% terseret penurunan harga saham Walmart


Rabu, 21 Februari 2018 / 06:17 WIB
Dow Jones turun 1% terseret penurunan harga saham Walmart
ILUSTRASI. Bursa AS


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dow Jones Industrial Average mencatatkan kinerja terburuk dari tiga indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) Selasa (20/2). Dow Jones ditutup turun 254,63 poin atau 1,01% ke 24.964,75.

Indeks S&P 500 turun 0,58% ke 2.716,26. Sedangkan Nasdaq turun 0,07% ketimbang penutupan akhir pekan lalu ke 7.234,31. Bursa AS libur pada hari Senin karena libur nasional.

Salah satu pemberat pergerakan indeks Dow Jones semalam adalah penurunan harga saham Walmart yang mencapai 10,2%. Perusahaan ritel ini mencatat penurunan terbesar sejak Januari 1988.

Sektor konsumer pun menjadi pemberat pada indeks S&P 500. Sektor ini turun lebih dari 2% dalam sehari. Selain saham Walmart, penurunan indeks S&P juga disebabkan oleh saham Kroger dan Kraft Heinz.

"Pergerakan indeks secara teknikal sudah kehilangan pendorong," kata Daniel Deming, managing director KKM Financial kepada CNBC.

Di sisi lain, rencana kenaikan bunga yang akan mengerek suku bunga acuan ke level tertinggi sejak krisis finansial 2009 bisa menekan pasar saham. Apalagi, para investor menganggap, laju inflasi yang makin kencang bisa memicu Federal Reserve mengetatkan kebijakan moneter lebih cepat ketimbang ekspektasi.

Zhiwei Ren, managing director dan portfolio manager Penn Mutual Asset Management mengatakan, dalam jangka menengah hingga panjang, suku bunga yang lebih tinggi akan menjadi kekhawatiran pasar. "Tapi hal ini tidak akan memindahkan tren pasar yang bull," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×