kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dollar AS tertekan ekspektasi penurunan suku bunga, poundsterling menguat


Kamis, 04 Juli 2019 / 21:06 WIB
Dollar AS tertekan ekspektasi penurunan suku bunga, poundsterling menguat

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasangan mata uang GBP/USD bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat di tengah dollar AS tertekan ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed.  Mengutip Bloomberg di pasar spot, Kamis (4/7), pukul 19.02 WIB, pasangan mata uang GBP/USD menguat 0,04% ke 1,2579.

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti mengamati pergerakan pasangan GBP/USD bergerak konsolidasi menuju posisi tinggi dari perdagangan Rabu (3/7).


Penguatan poundsterling disebabkan posisi dollar AS yang defensif karena ekspektasi penurunan suku bunga Fed Fund Rate (FFR). Apalagi data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang kurang memuaskan. Laporan dari ADP menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta di periode Juni 2019 masih berada di bawah perkiraan atau hanya naik 102.000, sementara ekspektasi pasar naik 140.000.

Kekuatan dollar AS juga terpangkas dan memberi keuntungan bagi poundsterling karena Presiden AS, Donald Trump bekicau bahwa AS harus cocok dengan permainan manipulasi mata uang yang dilakukan China dan Eropa. "Cuitan Trump mengacu pada harapan kebijakan moneter yang longgar," kata Puja, Kamis (4/7).

Selain itu, dollar AS juga mendapat tekanan dari turunnya yield obligasi US Treasury yang semakin mengarahkan The Fed untuk memangkas suku bunga.

Sebagai informasi, yield US Treasury melemah hingga menyentuh level terendah selama 2,5 tahun terakhir pada Rabu (3/7).  Sejalan dengan kondisi ini, obligasi Eropa juga melemah, bahkan menuju rekor terendah di tengah meningkatnya ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga bank-bank sentral negara maju dalam waktu dekat.

Pada akhir pekan ini, data non farm payroll AS periode Juni akan rilis. Pelaku pasar memproyeksikan data tersebut akan berada di bawah ekspektasi dan diikuti oleh melemahnya pertumbuhan upah. Kondisi ini meningkatkan prospek pemotongan suku bunga The Fed di akhir bulan nanti.

Pergerakan GBP/USD pada Jumat (5/7) akan dipengaruhi oleh rilis GB Halifax House Price Index atau indeks harga rumah Halifax yang mengukur perubahan harga rumah dan properti yang dibiayai Halifax Bank of Scotland (HBOS) sebagai salah satu pemberi kredit kepemilikan properti terbesar di Inggris. Konsensus memproyeksikan data tersebut akan turun dari 0,5% menjadi -0,2% untuk periode Juni. Data tersebut bisa menjadi sentimen negatif bagi poundsterling.

Sementara, besok juga akan dirilis data Non Farm Payrolls periode Juni yang diprediksi pelaku pasar mengalami peningkatan dari 75.000 menjadi 169.000. "Melonjaknya jumlah total indeks data ketenagakerjaan non pertanian AS akan berdampak favorable bagi dollar AS," kata Puja.

Sehingga, pada perdagangan Jumat (5/7), pergerakan poundsterling akan menerima lebih banyak sentimen negatif terhadap dollar AS.

Secara teknikal, Puja menganalisis grafik daily menunjukkan indikator Moving Average Exponential (EMA) mengecil dengan arah kurs naik, kemudian pada Vortex Indicator (VI) dengan kondisi  red over blue  yang mengecil dimana arah kurs berpotensi naik. Selanjutnya pada indikator True Strengh Indicator (TSI) berada diarea - 14 yang menunjukkan kurs turun.

"Secara umum GBP/USD masih berpotensi naik terbatas pada perdagangan selanjutnya," kata Puja.

Puja merekomendasikan buy selama harga di atas 1,2607. Sementara level support berada di 1,2487-1,2532-1,2554 dan resistance di 1,2599-1,2622-1,2667.




TERBARU

Close [X]
×