kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Dollar AS, si pecundang pasca keputusan The Fed


Kamis, 22 September 2016 / 08:49 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Posisi dollar AS semakin tak bertenaga pada transaksi perdagangan pagi ini (22/9). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 08.01 waktu Singapura, The Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1%. Padahal kemarin, indeks dollar sudah tertekan hingga 0,7%. Ini merupakan perdorma terburuk the greenback dalam empat tahun terakhir.

Penurunan indeks dollar terjadi pasca The Federal Reserve memutuskan untuk menunda menaikkan suku bunga acuannya. Bank sentral AS beralasan, mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi kondisi perekonomian Amerika.

"Market melihat, The Fed tidak bisa terburu-buru untuk menaikkan suku bunga AS, sehingga yield obligasi AS terpangkas," jelas Tohru Sasaki, head of Japan markets research JPMorgan Chase di Tokyo kepada Bloomberg.

Menjelang pemilihan umum presiden AS, lanjut Sasaki, dollar semakin sulit menguat. "Faktor ini juga yang menyebabkan posisi dollar melemah terhadap yen," tambahnya.

Sekadar tambahan informasi, yen berada di posisi 100,36 per dollar AS. Yen sudah menguat 1,4% pada sesi terakhir setelah sebelumnya anjlok 1,1% menyusul keputusan BOJ yang mempertahankan kebijakan suku bunga negatifnya.

Sepanjang tahun ini, indeks dollar AS sudah turun 4%. Ini merupakan penurunan tahunan pertama sejak 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×