kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata AS-Iran


Selasa, 12 Mei 2026 / 09:14 WIB
Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata AS-Iran
ILUSTRASI. Forex - Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Indeks dolar kembali naik di atas 98 pada hari Selasa (12/5) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meragukan keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran setelah menolak tawaran perdamaian terbaru Iran. Ini membuat permintaan dolar AS sebagai aset safe-haven meningkat.

Laporan juga menyebutkan bahwa Trump diperkirakan akan bertemu dengan tim keamanan nasionalnya untuk mempertimbangkan kemungkinan dimulainya kembali operasi militer, sambil meninjau kembali rencana untuk mengawal kapal komersial melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Sentimen Global Bikin Rupiah Loyo Jadi Rp 17.414 per Dolar AS

Konflik yang sedang berlangsung telah membuat harga minyak tetap tinggi, memperkuat risiko inflasi dan meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga mungkin perlu tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama guna menahan tekanan harga.

Sementara itu, investor menunggu laporan inflasi konsumen bulan April untuk mendapatkan sinyal yang lebih jelas tentang bagaimana perang Iran memengaruhi perekonomian dan membentuk prospek kebijakan Federal Reserve.

Trump juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping akhir pekan ini, dengan hubungan perdagangan dan kecerdasan buatan diperkirakan akan mendominasi agenda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×