kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Dolar AS melemah tipis, baht jadi mata uang paling lemah di Asia pada Senin (29/3)


Senin, 29 Maret 2021 / 15:30 WIB


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang sedikit melemah tak membuat mata uang di Asia bertenaga. Buktinya, mayoritas mata uang di kawasan tersebut tetap berada di zona merah pada Senin (29/3).

Mengutip Bloomberg, hingga pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS berada di level 92,75, turun sedikit dari posisinya pada Jumat (26/3) di 92,77. Alhasil, sederet mata uang di Asia pun melemah.

Di saat yang sama, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,28%. Disusul, yuan China yang melemah 0,24% terhadap the greenback.

Berikutnya, won Korea Selatan yang ditutup koreksi 0,20% serta rupiah yang melemah 0,19%. Terlihat, rupiah ditutup di level Rp 14.445 per dolar AS pada perdagangan awal pekan ini. 

Baca Juga: Kurs rupiah melemah ke Rp 14.436 per dolar AS pada Senin (29/3) pagi

Selanjutnya, rupee India yang tertekan 0,17% dan dolar Singapura terdepresiasi 0,07%. Kemudian ada dolar Hong Kong yang turun 0,06% dan yen Jepang yang melemah tipis 0,02% pada perdagangan jelang sore ini.

Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan setelah menguat 0,20% terhadap dolar AS.

Diikuti, peso Filipina yang terapresiasi 0,15%. Lalu ada ringgit Malaysia yang menanjak 0,11% pada perdagangan kali ini.

Selanjutnya: Laba bersih Barito Pacific (BRPT) naik tipis jadi US$ 141 juta di tahun 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×