kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Dolar AS melemah, mayoritas mata uang di Asia berbalik menguat pada Jumat (26/3)


Jumat, 26 Maret 2021 / 15:35 WIB


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah usai mencetak rekor tertinggi dalam empat bulan di sesi sebelumnya, membuat pergerakan mata uang di Asia berbalik menguat pada sore ini.

Jumat (26/3) pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS berada di level 92,75, turun 0,11% dibanding posisi hari Kamis (25/3) di 92,85.

Alhasil, sebagian besar mata uang di kawasan mampu memanfaatkan kesempatan untuk menguat. Lihat saja, won Korea Selatan yang akhirnya ditutup menguat 0,37% pada perdagangan hari ini. Dengan ini pun, won menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan.

Disusul, rupee India yang naik 0,28%. Berikutnya, baht Thailand menanjak 0,20% dan dolar Singapura terkerek 0,16%. Kemudian, peso Filipina yang menguat 0,15% terhadap the greenback. 

Baca Juga: IHSG melesat 1,19% ke 6.195 pada Jumat (26/3), ANTM dan INCO top gainers LQ45

Selanjutnya, rupiah yang juga berhasil rebound setelah sepanjang hari berada di zona merah. Rupiah ditutup menguat 0,06% ke level Rp 14.418 per dolar AS. Lalu ada yuan China dan ringgit Malaysia yang terlihat sama-sama terapresiasi 0,03% pada perdagangan jelang sore ini. 

Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,15%. Diikuti, dolar Hong Kong yang melemah 0,003% terhadap dolar AS. 

Sedangkan, dolar Taiwan bergerak stabil dengan kecenderungan melemah tipis pada perdagangan kali ini

Selanjutnya: Pasok pasar lokal, Krakatau Steel (KRAS) tambah kapasitas pabrik HSM 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×